Warna-warni Perayaan Cap Go Meh di Kawasan Pecinan Manado
- 04 Mar 2026 18:33 WIB
- Manado
Video
RRI.CO.ID, Manado - Sejak siang hingga malam hari, ruas Jalan DI Panjaitan, Jalan Soetomo, dan Jalan Walanda Maramis yang menjadi jalur arak-arakan dipenuhi masyarakat. Warga dari berbagai usia tampak antusias menyaksikan iring-iringan kereta hias, barongsai, serta rombongan ritual yang melintas.
Sebanyak sembilan kelenteng ambil bagian dalam perayaan tahun ini. Dalam barisan ritual, sebelas tangsin diarak menggunakan kio atau tandu yang dipikul umat berpakaian putih. Tabuhan tambur dan alunan musik khas mengiringi prosesi yang menjadi daya tarik utama setiap perayaan Cap Go Meh.
Tak hanya menampilkan tradisi Tionghoa, perayaan kali ini juga memperlihatkan akulturasi budaya yang kental. Penari Kabasaran tampil membuka barisan nonritual, disusul pertunjukan musik bambu klarinet yang menjadi ciri khas Sulawesi Utara. Barisan Paskibraka Kota Manado, drumband pelajar, perwakilan BKSAUA, siswa SMP Sekolah Rakyat Manado, hingga atlet dansa IODI dan atlet wushu turut meramaikan suasana. Kolaborasi barongsai dan tarian naga semakin menyemarakkan jalannya arak-arakan.
Sejumlah pejabat daerah hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay serta Wali Kota Manado, Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang. Pengamanan dari aparat gabungan turut memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.