Satu Ulasan Bisa Menguras Dompetmu tanpa Kamu Sadari
- 13 Mar 2026 13:27 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Aktivitas mencari referensi kuliner lewat media sosial kini telah bergeser menjadi kebiasaan harian yang begitu melekat pada banyak kalangan. Begitu seseorang membuka salah satu platform digital, deretan konten makanan yang tampak lezat langsung menyambut dan memenuhi seluruh layar mereka tanpa henti.
Yang menarik, sebuah video ulasan singkat dari orang yang sama sekali tidak dikenal pun ternyata cukup ampuh untuk membuat seseorang segera memesan makanan dan menuntaskan pembayaran hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Kenyataan ini rupanya telah menarik perhatian para peneliti dan terbukti melalui berbagai studi ilmiah yang hasilnya cukup membuat mata terbuka lebar. Menurut Jurnal Pro Bisnis Volume 17 Nomor 2 yang diterbitkan Universitas Amikom Purwokerto pada Agustus 2024, tidak kurang dari 71 persen konsumen mengaku menjadikan media sosial sebagai rujukan utama sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk kuliner. Jurnal tersebut turut membuktikan bahwa tampilan visual makanan yang estetik dan ulasan yang terasa meyakinkan mampu membentuk penilaian konsumen terhadap sebuah tempat makan, bahkan jauh sebelum mereka pernah menginjakkan kaki ke sana. Hal ini menegaskan bahwa unggahan foto dan video makanan kini bukan lagi sekadar konten pengisi waktu, melainkan sudah menjelma menjadi faktor penentu pilihan yang sangat berpengaruh.
Temuan serupa juga muncul dari penelitian lain yang semakin memperkuat fakta tersebut. Menurut Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen yang mengkaji perilaku pengguna platform ShopeeFood, kualitas ulasan yang diberikan oleh sesama konsumen secara daring berbanding lurus dengan tingkat keputusan pembelian yang terjadi. Jurnal itu juga menekankan bahwa masyarakat jauh lebih menaruh kepercayaan pada penilaian dari pengguna lain ketimbang promosi yang langsung dikeluarkan oleh pihak penjual. Rasa percaya itulah yang pada akhirnya menjadi penghubung paling kuat antara sebuah konten ulasan dengan tindakan nyata seorang konsumen yang memutuskan untuk membeli.
Penelitian yang dimuat dalam The Commercium Volume 9 Nomor 3 tahun 2025 oleh Universitas Negeri Surabaya memperdalam pemahaman ini dengan data yang lebih spesifik dan terukur. Studi yang melibatkan 400 responden tersebut mengungkapkan bahwa tokoh berpengaruh di media sosial yang dikenal sebagai Key Opinion Leader memiliki koefisien regresi sebesar 0,830 dalam mendorong keputusan pembelian konsumen. Ketika seseorang yang dipandang memiliki keahlian dan kepercayaan tinggi memberikan penilaian positif terhadap suatu produk makanan, dampaknya terhadap antusiasme masyarakat untuk membeli ternyata sangat besar dan sulit untuk dielakkan. Satu ulasan dari figur yang tepat terbukti sanggup mengangkat nama sebuah kedai makan dari ketidakdikenalan menjadi tempat yang ramai diperbincangkan dan dikunjungi banyak orang.
Dari seluruh uraian ini, semakin jelas bahwa ulasan makanan yang beredar di media sosial sudah jauh melampaui fungsinya sebagai hiburan semata. Konten-konten tersebut kini bekerja layaknya mekanisme pengaruh yang bergerak secara senyap namun memiliki daya dorong ekonomi yang luar biasa besar. Oleh karena itu, setiap konsumen perlu membangun kesadaran kritis dalam diri mereka agar tidak begitu saja terseret arus tanpa sempat mempertimbangkan apakah keputusan yang hendak mereka ambil benar-benar berasal dari kebutuhan atau sekadar hasil dari paparan konten yang terus mengalir setiap harinya.