Apa yang TikTok Lakukan pada Dirimu Diam-diam?
- 13 Mar 2026 08:23 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kehadiran TikTok kini telah menyatu erat dengan keseharian para remaja di Indonesia. Setiap harinya, tidak sedikit remaja yang rela menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk menikmati dan menciptakan video singkat melalui aplikasi tersebut.
Sistem rekomendasi TikTok yang bekerja secara otomatis terus menyodorkan konten yang relevan dengan selera pengguna, sehingga tanpa disadari para remaja semakin sulit untuk berhenti dan meletakkan ponsel mereka.
Dampak konten TikTok terhadap pola hidup remaja kini sudah banyak dikaji melalui penelitian ilmiah yang valid. Menurut Jurnal Komunikasi dan Organisasi yang diterbitkan Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 2024, sebuah studi yang melibatkan 100 responden remaja menghasilkan angka korelasi sebesar 0,775 yang membuktikan adanya keterkaitan yang erat antara frekuensi penggunaan TikTok dan pergeseran perilaku remaja. Jurnal yang sama juga mengungkapkan bahwa kebanyakan remaja belum mampu menilai secara kritis apakah konten yang mereka konsumsi mengandung nilai yang berguna atau justru berpotensi merusak pembentukan karakter mereka.
Cara berpenampilan, kebiasaan berbelanja, hingga gaya berbicara remaja perlahan ikut terbentuk oleh arus konten yang ada di TikTok. Menurut Jurnal Promedia yang terbit pada tahun 2021, semakin tinggi intensitas seorang remaja menggunakan TikTok, semakin besar pula perubahan yang terjadi dalam cara mereka menampilkan jati diri di kehidupan nyata. Remaja yang rutin mengakses TikTok terbukti lebih mudah terpengaruh tren terkini, lebih sering membeli produk yang muncul dalam video yang mereka tonton, serta kerap menggunakan kosakata baru yang berasal dari percakapan dalam konten platform tersebut.
Namun di balik berbagai kekhawatiran itu, TikTok juga menyimpan nilai positif yang patut untuk diakui. Menurut Jurnal Inovasi Volume 16 Nomor 2, aktivitas membuat dan menyunting konten di TikTok nyatanya mampu mengasah kreativitas penggunanya secara organik dan menyenangkan. Banyak remaja yang akhirnya menemukan potensi tersembunyi dalam diri mereka melalui platform ini, seperti bakat memasak, bermusik, melukis, hingga kemampuan tampil percaya diri dan komunikatif di hadapan kamera.
Pada akhirnya, baik atau buruknya pengaruh TikTok terhadap gaya hidup remaja sangat ditentukan oleh kecakapan mereka dalam menggunakan platform tersebut secara bijak. Remaja yang memiliki kemampuan literasi digital yang memadai akan lebih mudah menyaring konten yang benar-benar bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan diri mereka. Oleh karena itu, pendampingan yang konsisten dari orang tua maupun tenaga pendidik menjadi pondasi penting agar remaja tetap tumbuh secara sehat dan terarah meski terus berada dalam lingkungan digital yang serba cepat dan dinamis.