Sejarah Korps Wanita Angkatan Darat

  • 21 Des 2025 09:50 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Dilansir dari berbagai sumber, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) memiliki sejarah panjang yang bermula dari kebutuhan akan peran perempuan dalam organisasi militer pascakemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 22 Desember 1960, melalui Instruksi Pangad No. 1056/12/1960, secara resmi dibentuk wadah bagi perempuan untuk berkarier di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pembentukan ini didasari oleh gagasan bahwa perempuan Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam upaya pembelaan negara, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh para pahlawan perempuan di masa perjuangan fisik.

Realisasi dari pembentukan korps ini ditandai dengan dibukanya pendidikan pertama bagi anggota Kowad pada tahun 1961. Sebanyak 38 siswi angkatan pertama menempuh pendidikan militer di Pusat Pendidikan Korps Wanita (Pusdik Kowad) di Lembang, Jawa Barat. Para perintis ini dididik untuk menjadi perwira dan bintara yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki disiplin militer yang tinggi untuk mendukung tugas-tugas administratif, logistik, hingga kesehatan di tubuh Angkatan Darat.

Moto "Bukan Mawar Penghias Taman, Tetapi Melati Pagar Bangsa" menjadi filosofi utama yang mendasari setiap langkah anggota Kowad. Moto ini menegaskan bahwa keberadaan perempuan di TNI AD bukan sekadar sebagai pelengkap atau pemanis organisasi, melainkan sebagai prajurit yang memiliki ketangguhan dan martabat untuk menjaga kedaulatan bangsa. Seiring berjalannya waktu, peran Kowad terus berkembang pesat, merambah ke berbagai kecabangan teknis dan tugas-tugas operasional yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.

Hingga saat ini, setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari jadi Kowad yang bertepatan dengan perayaan Hari Ibu nasional. Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh prajurit wanita untuk merefleksikan kembali semangat juang para pendahulu. Dengan tantangan global yang semakin kompleks, Kowad terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya, membuktikan bahwa dedikasi perempuan di medan tugas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kekuatan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....