Cagar Budaya ‎Balanai Pamulian da Bangkai Tanah Liah

  • 06 Nov 2025 08:06 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Kubur tempayan atau Balanai Pamulian da Bangkai Tanah Liah menjadi salah satu peninggalan dari masa megalitik yang masih dapat dijumpai hingga kini. Artefak berbentuk tempayan dolmen ini berfungsi sebagai wadah penguburan sekunder, menandakan adanya sistem kepercayaan dan ritual kematian yang berkembang pada masa lampau.

‎Tradisi penguburan dalam tempayan tersebut menunjukkan adanya perubahan budaya dari masa megalitik menuju masa yang lebih modern, sekaligus menjadi bukti akulturasi dengan pengaruh budaya luar, khususnya dari Cina Selatan. Pola ini memperlihatkan bahwa masyarakat di wilayah Malinau telah memiliki interaksi budaya yang cukup luas sejak zaman kuno.

‎Cagar budaya ini berukuran tinggi 74 sentimeter dengan diameter badan sekitar 65 sentimeter. Bentuknya sederhana namun sarat makna simbolik, mencerminkan pandangan hidup masyarakat kala itu terhadap kematian dan kehidupan setelahnya.

‎Balanai Pamulian da Bangkai Tanah Liah kini berada dalam kondisi terawat baik. Keluarga penjaga situs secara rutin membersihkan area di sekitarnya, memastikan peninggalan bersejarah ini tetap lestari.

‎Keberadaan kubur tempayan di Belayan menjadi saksi perjalanan panjang peradaban manusia di pedalaman Kalimantan Utara. Situs ini menyimpan kisah tentang cara masyarakat masa lalu memaknai kehidupan, kematian, dan hubungan mereka dengan alam serta leluhur. (Sumber : Disbudpar Malinau).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....