‎Cagar Budaya Makam Miring Binti Pangeran Basar

  • 03 Nov 2025 15:14 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Di utara Sungai Mentarang, berdiri sebuah situs bersejarah yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Tidung, yaitu Makam Miring Binti Pangeran Basar. Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir saudari dari nenek Panembahan Raja Tua, salah satu tokoh bangsawan Tidung di Malinau.

‎Letak makam ini berada di tengah permukiman warga, menunjukkan bagaimana situs bersejarah tersebut telah lama menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar. Meski sederhana, makam ini menyimpan nilai sejarah karena berkaitan langsung dengan garis keturunan bangsawan Tidung yang berpengaruh pada masa lampau.

‎Secara fisik, makam ini memiliki keunikan pada bentuk dan bahan nisannya. Nisan aslinya terbuat dari batu berukuran tinggi sekitar 78 sentimeter dengan diameter 73 sentimeter, serta dililit kain kuning.

‎Menurut Sekretaris Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau, Syamsul, kain kuning pada makam biasanya dari keturunan atau para peziarah, yang sengaja diikat sebagai bagian dari tradisi.

‎"Biasanya ada yang datang ke situ bawa kain kuning, lalu dibungkus dengan maksud minta ridho, minta permisi, sebagai penanda bahwa mereka adalah juriat dari panembahan tadi,” ungkapnya saat dikonfirmasi RRI, Senin (3/10/1/2025).

‎Pada bagian nisan juga terdapat inkripsi beraksara Arab-Melayu. Terdapat pula nisan baru berukuran tinggi 62 sentimeter, lebar 44 sentimeter, dan ketebalan 10 sentimeter.

‎Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian agar makam tetap terawat dan mudah dikenali oleh generasi penerus. Bagian bawah makam dilengkapi kijing berbahan marmer berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 100 sentimeter, dan tebal 33 sentimeter.

‎Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau telah menetapkan situs ini sebagai salah satu cagar budaya bersama dengan beberapa makam lainnya di sejumlah wilayah Kabupaten Malinau.

‎Sebagai bagian dari deretan situs sejarah di Malinau, keberadaan makam ini menegaskan bahwa tradisi, agama, dan sejarah telah berpadu membentuk warisan budaya yang dijaga dan dikenang oleh generasi selanjutnya.

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....