Makna Spiritual Tarian Wei Yat Suku Dayak Sa’ban
- 21 Okt 2025 13:09 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Tarian Wei Yat yang berarti menjernihkan pikiran menjadi salah satu penampilan khas Suku Dayak Sa’ban dalam rangkaian Festival Irau ke-11 dan peringatan HUT ke-26 Kabupaten Malinau tahun 2025. Tarian ini dibawakan oleh Sanggar Ka’bo Seni Tari Dayak Sa’ban.
Ketua Sanggar Ka’bo, Juti Hadisusanto, menjelaskan bahwa Wei Yat memiliki makna lebih dari sekadar tarian hiburan, yakni doa dan harapan agar masyarakat Sa’ban senantiasa memiliki pikiran yang jernih dan hati yang tenang dalam menjalani kehidupan.
“Filosofi tarian ini mengajarkan agar kita membersihkan pikiran dari hal-hal negatif sebelum melakukan sesuatu, supaya setiap tindakan membawa kebaikan dan berkat dari Yang Maha Kuasa,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Tarian ini dapat dibawakan secara tunggal maupun berkelompok, dengan gerak yang lembut dan ritmis menggambarkan proses pembersihan batin. Gerakan tangan yang melingkar ke dada lalu terangkat ke atas melambangkan upaya melepaskan beban dan memohon ketenangan dari Sang Pencipta.
Menurut Juti, penampilan Tarian Wei Yat pada perayaan kali ini juga dimaknai sebagai doa bersama masyarakat Sa’ban bagi Kabupaten Malinau agar terus maju dan sejahtera. “Kami ingin menyampaikan harapan agar para pemimpin dan seluruh masyarakat dapat membangun Bumi Intimung dengan pikiran yang positif dan hati yang bersih,” tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat Dayak Sa’ban meneguhkan nilai-nilai spiritual dan budaya leluhur yang menekankan pentingnya kejernihan hati serta kebijaksanaan dalam setiap langkah kehidupan melalui Tarian Wei Yat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....