Nilai Kebersamaan dalam Tarian Arang Tawak Suku Dayak Sa’ban
- 21 Okt 2025 10:16 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Tarian Arang Tawak atau yang dikenal dengan sebutan Wei’ Sawai, Wei’ Hnau, Wei’ Lawai merupakan salah satu warisan budaya Suku Dayak Sa’ban yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong.
Tarian ini ditampilkan oleh Sanggar Tari Desa Long Billa, Kacatan Malinau Barat dalam rangkaian kegiatan budaya dua tahunan, Festival Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau tahun 2025.
Ketua Adat Desa Long Billa, Yohanes, sekaligus pembina sanggar tari ini menjelaskan, Arang Tawak merupakan cerminan nilai-nilai kehidupan masyarakat Dayak Sa’ban yang hidup harmonis dengan alam serta menjunjung tinggi kemanusiaan.
“Tarian ini menggambarkan semangat kebersamaan, saling membantu, dan keyakinan bahwa setiap pekerjaan akan berhasil jika dilakukan bersama,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Dalam pementasan, para penari mengenakan pakaian tradisional dengan gerak yang selaras dan tegas, diiringi dentuman gong atau tawak sebagai alat musik utama.
Setiap langkah dan hentakan kaki menggambarkan kekompakan dan semangat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat Sa’ban.
Menurut Yohanes, nilai-nilai yang terkandung dalam tarian ini meliputi kebersamaan, keadilan, dan keharmonisan dengan alam sekitar.
“Leluhur kami mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan gotong royong dan kebijaksanaan, karena dari situlah tercipta keseimbangan antara manusia dan alam,” tuturnya.
Selain memperlihatkan keindahan gerak, Arang Tawak juga menjadi media pembelajaran budaya bagi generasi muda agar memahami akar tradisi mereka.
Ia menambahkan, tarian ini meneguhkan jati diri masyarakat Sa’ban sebagai suku yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta keluhuran budi dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Intimung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....