Tari Aro’ Meh, Tarian Pembuka Musim Ladang Dayak Sa'ban
- 21 Okt 2025 07:39 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Gerak lembut dan penuh makna dari Tari Aro’ Meh yang dibawakan Sanggar Tari Sa’ban Lubak Manis turut mewarnai Festival Irau ke-11 sekaligus peringatan HUT ke-26 Kabupaten Malinau. Penampilan ini menjadi salah satu tanda kekayaan tradisi Suku Dayak Sa’ban yang terus dijaga di tengah perubahan zaman.
Ketua Lembaga Adat Dayak Sa'ban Kabupaten Malinau, Jhonson menjelaskan, tari Aro’ Meh atau Tari Buka Ladang merupakan bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus doa agar musim berladang membawa berkah dan hasil melimpah.
"Dalam tradisi Suku Dayak Sa’ban, pembukaan ladang, selaian kita kenal sebagai kegiatan bercocok tanam, juga ada ritual sakral yang mengandung makna spiritual mendalam, dulunya," kata Jhonson, Selasa (21/10/2025).
Sebelum tarian dimulai, para tetua adat biasanya memimpin upacara memohon restu kepada Sang Pencipta agar diberi keselamatan, cuaca baik, serta dijauhkan dari segala hama dan bencana.
Doa-doa itu kemudian diwujudkan dalam gerakan lembut para penari remaja yang menunduk, menabur, dan mengangkat tangan ke langit sebagai lambang rasa syukur dan permohonan berkah.
Irama musik tradisional yang mengiringi memperkuat nuansa sakral dari tarian tersebut. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan menggambarkan keseimbangan antara manusia dengan alam, sebagaimana ajaran leluhur untuk selalu hidup dalam harmoni dengan alam.
Ia juga menyebutkan, penampilan Tari Aro’ Meh di festival ini menjadi sarana mengenalkan kembali filosofi hidup masyarakat Sa’ban kepada generasi muda. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa setiap butir padi yang kita makan adalah hasil dari doa, kerja keras, dan kasih Sang Pencipta,” ujarnya.
Tari Aro’ Meh, imbuhnya, cerminan nilai-nilai spiritual dan budaya leluhur masyarakat Dayak Sa’ban. Festival Irau dinilai semakin bermakna sebagai ruang pelestarian warisan tradisi yang telah turun-temurun dijaga di Bumi Intimung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....