Akses Sulit Hambat Potensi Arung Jeram Sungai Bahau

  • 28 Sep 2025 08:51 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Arung jeram Sungai Bahau di Desa Wisata Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, menawarkan panorama dan tantangan yang memukau. Sejak 2023, destinasi ini menjadi satu-satunya arena arung jeram di Malinau dan dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

‎Meskipun menyimpan potensi besar, keterbatasan akses membuat pengembangan wisata ini belum maksimal. Desa Long Alango hanya bisa dijangkau melalui jalur udara dengan pesawat kecil dari Malinau atau menempuh perjalanan panjang lewat sungai dari Tanjung Selor.

‎“Wisatawan sering tertarik mencoba, tapi akhirnya batal karena terlalu jauh,” ujar Roni Manan, instruktur arung jeram yang mengelola wisata tersebut.

‎Selain kendala akses, fasilitas pendukung juga masih minim. Saat ini hanya tersedia satu unit perahu arung jeram yang diandalkan pengelola.

‎Kondisi ini menyulitkan pelayanan jika wisatawan datang dalam rombongan besar. “Kalau tamunya banyak, kita kesulitan. Kapasitasnya terbatas,” jelas Roni.

‎Kunjungan wisatawan masih didominasi masyarakat lokal Malinau, sedangkan tamu dari luar lebih banyak berasal dari rombongan instansi yang sedang melakukan perjalanan dinas ke wilayah Bahau.

‎Dengan tarif Rp150 ribu per orang, kegiatan arung jeram biasanya berlangsung selama satu hingga dua jam, tergantung kondisi sungai. Roni berharap ke depan ada dukungan untuk membuka akses darat menuju Long Alango.

‎Ia meyakini akses yang lebih mudah membuka potensi arung jeram Sungai Bahau lebih berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Malinau. “Kalau jalannya terbuka, pasti ramai. Potensi wisata ini besar sekali,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....