Tradisi Berbu Pagun Warnai Akhir Safar di Malinau

  • 20 Agt 2025 11:19 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Ratusan warga di Kecamatan Malinau Kota mengikuti tradisi berbu pagun yang digelar di Lapangan Poli, eks-kuliner Alun-Alun Malinau Kota, Rabu (20/8/2025). Kegiatan keagamaan ini diisi dengan doa bersama, doa selamat, doa tolak bala, dan ditutup dengan prosesi mandi salamun yang dipimpin para imam setempat.

‎Camat Malinau Kota sekaligus Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Malinau, Muhammad Yusuf, menjelaskan berbu pagun merupakan tradisi yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setiap tahun kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah, dengan tujuan memohon perlindungan dari bencana maupun musibah.

‎Menurut Yusuf, tradisi serupa juga dikenal di banyak daerah Indonesia dengan sebutan berbeda. “Di Jawa dikenal dengan istilah Rebo Wekasan, di sebagian daerah Sumatera disebut Arba Mustamir, dan di Kalimantan Selatan dikenal dengan Sapu Arba. Tetapi maknanya sama, yaitu doa bersama agar dijauhkan dari mara bahaya,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, selain memiliki dimensi spiritual, berbu pagun juga mempererat kebersamaan masyarakat. “Selain doa, kita diajarkan untuk menjaga persaudaraan, saling menguatkan, dan menyatukan niat baik demi keselamatan bersama,” kata Yusuf.

‎Suasana khidmat tampak ketika ratusan warga duduk bersama di lapangan, melantunkan doa dengan penuh kekhusyukan. Prosesi mandi salamun di akhir acara pun menjadi simbol pembersihan diri, yang diyakini membawa keberkahan sekaligus harapan agar masyarakat terhindar dari segala mara bahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....