Desa Budaya dan Wisata Punya Keunikan Tersendiri
- 29 Jun 2025 16:23 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Perbedaan antara desa wisata dan desa budaya jelas punya keunikan dan dan keunggulan masing-masing sebagai ciri khas utama untuk disebut sebagai desa wisata maupun desa budaya. Semua ini juga tergantung dengan karakteristik suku masyarakatnya yang mendiami desa-desa wisata itu sendiri.
“Yang kita tahu saat ini untuk di Kabupaten Malinau itu ada 6 Desa Wisata dan ini mempunyai keunikannya masing-masing baik dari segi tarian ataupun tradisi lokalnya masing-masing. Termasuk juga potensi alamnya,” ungkap Kepala Bidang Budaya pada Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau, Novrim SE, M.Si terkait dengan perbedaan desa budaya dan desa wisata.
Novrim mencontohkan, untuk desa budaya Desa Budaya Tanjung keranjang sebagai satu-satunya desa budaya oleh Pemkab Malinau misalnya. Pemerintah daerah melalui Disbupar lihat Desa Tanjung keranjang mempunyai keunikan dan keberagaman budaya tersediri. Kebiasaan yang ada di masyarakat Tanjung keranjang dalam sehari-harinya itu kalau dari bahasa adat istiadatnya sangat erat kaitannya dengan budaya yang dilakukan secara turun temurun.
Semua itu punya filosofi makna yang mendalam sebagai sebuah pesan moral dan adab Masyarakat yang harus diestarikan. “Sempat disampaikan Pak Bupati pada saat peresmian, supaya bahasa daerah itu digunakan sehari-hari. Itu perlu dilestarikan,” ungkap Novrim.
Artinya, sambung Novrim, itu juga tantangan untuk Desa Budaya Tanjung Keranjang supaya budaya yang lebih menonjol di ini dilestarikan. “Baik melalui budaya lokalnya, olahraga tradisionalnya dan adat istiadatnya sendiri,” tegasnya.
Namun karena Desa budaya Tanjung keranjang ini masih baru ditetapkan, kata Novrim, sehingga perlu pembenahan atau di make over habis untuk menunjukkan budayanya. Baik dari infrastrukturnya, fasilitas-fasilitas sarana prasarananya dan lainnya ini perlu dukung semua pihak. “Mulai dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa sendiri dan termasuk mungkin peran partiisipasi aktif dari pihak ketiga untuk mengembangan desa budaya ini. Perlu ada kerjasama antara pemerintah daerah dan pemerintah Desa dan pihak-pihak lainya lah, selain Masyarakat des aitu sendiri,” tukasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....