Jejak Sejarah Desa Long Alango

  • 15 Apr 2025 08:14 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau: Desa Long Alango, sebuah pemukiman yang terletak di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, menyimpan sejarah panjang tentang perpindahan, harapan, dan semangat hidup masyarakat Dayak Kenyah Lepu Ma’ut.

Dikutip dari situs resmi desa, Long Alango ini kini berdiri di atas tanah seluas lebih dari 21.000 hektare, dan awalnya merupakan hasil pemekaran dari Desa Long Kemuat yang berada di sebelah utara sejauh 4,1 kilometer.

Lahirnya Desa Long Alango bermula dari kondisi keterbatasan lahan persawahan di Desa Long Kemuat. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan lahan pertanian menjadi semakin mendesak.

Pada tahun 1943, seorang tokoh adat bernama Apui Njau memprakarsai langkah awal dengan mengajak sebagian warga membuka ladang di sekitar daerah Sungai Lango yang dikenal memiliki potensi pertanian yang lebih luas.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Untuk memudahkan aktivitas bertani, warga mulai membangun pondok-pondok di sekitar kuala Sungai Lango sebagai tempat tinggal sementara sekaligus penyimpanan hasil panen.

Seiring berjalannya waktu, jumlah warga yang menetap pun semakin meningkat. Hingga akhirnya pada tahun 1953, warga mulai membangun rumah panjang sebagai tempat tinggal tetap.

Menariknya, wilayah ini awalnya dikenal dengan nama “Long Langau,” yang dalam bahasa setempat berarti “lalat.” Nama ini merujuk pada kisah kelam masa lalu, ketika lokasi tersebut menjadi tempat pertumpahan darah dan banyak mayat korban yang menyebabkan kerumunan lalat.

Karena terdengar menyeramkan, sebutan itu kemudian berubah secara bertahap menjadi “Long Alango,” nama yang hingga kini digunakan dan dikenal luas.

Dengan pertambahan penduduk yang signifikan, pada tahun 1957 masyarakat sepakat membentuk pemerintahan desa dan mengangkat Udau Lian sebagai Kepala Desa pertama.

Sejak saat itu, Long Alango tumbuh sebagai desa mandiri dengan identitas budaya yang kuat dan kehidupan masyarakat yang berbasis pada pertanian, khususnya persawahan.

Desa Long Alango kini tercatat memiliki kode wilayah 65.02.11.2002, dan terus menjaga warisan budaya serta semangat gotong royong masyarakat Dayak Kenyah Lepu Ma’ut yang telah melekat sejak generasi awal pendirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....