Mahasiswa Sydney dan UGM Pelajari Kehidupan Masyarakat Desa Wisata Setulang
- 28 Jan 2025 18:09 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Para mahasiswa dari Western Sidney University dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta ke Kabupaten Malinau tidak lain adalah untuk belajar. Terutama tentang kehidupan masyarakat di Desa Wisata Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir.
"Kedatangan kami ini ingin belajar dan melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat desa wisata setulang dan di Kabupaten Malinau ini bagian kedua setelah dari Yogjakarta," kata DR. Rury Eprilurahman kepada RRI.
Karena, kata Rury Eprilurahman, bagian pertama sudah belajar di Jogjakarta dengan melihat langsung bagaimana kondisi alam masyarakat wilayah daerah istimewa Yogjakarta itu. "Nah,untuk mengetahui kondisi wilayah yang ada di Kalimantan itu seperti apa, kita ke Kabupaten Malinau di Desa Wisata Setulang tentang pengelolaan hutan dan kehidupan masyarakatnya," terangnya.
Sebab, sambung Rury Eprilurahman, wilayah Kalimantan khususnya di Kabupaten Malinau ini sangat terkenal dengan kawasan hutannya yang masih luas dan virgin. Tetapi para mahasiswa itu hanya tahu dari beritanya saja.
"Nah, ini kita datang langsung. Dan, yang paling penting adalah mereka bergaul dengan masyarakat. Mereka tahu tata cara atau prilaku kehidupan sehari-hari masyarakat yang ada di alam," ujarnya.
Termasuk juga, imbuhnya, bagaimana masyarakat desa setulang mengelola hutan secara tradisional. "Tapi sangat berdampak terhadap internasional," tegasnya.
Karena itu, tegas Rury Eprilurahman, output dari kegiatan ini nantinya diharapkan para mahasiswa ini memiliki gambaran. Pertama dari segi pengalaman selama mereka besama dengan masyarakat lokal. Kedua, mereka bisa menceritakan tentang pengalaman dan apa yang mereka lihat kepada teman, keluarga dan masyarakat luas di negaranya.
"Yang penting adalah pesan yang keluar dari Indonesia terhadap budaya kearifan lokal masyarakat Kalimantan khususnya di kabupaten Malinau masih tetap terjaga dan lestari. Termasuk dalam pengelolaan kawasan hutan dan alamnya," tukasnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....