Makan Durian di Sungai Jadi Daya Tarik Wisata
- 27 Jan 2025 14:51 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Tradisi setempat, menikmati durian setelah mandi di sungai kini menjadi nilai jual utama yang ditonjolkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Belayan dalam pengelolaan Wisata Pemandian Belayan. Makan durian sambil berendam di air, atau dalam istilah lokal “Angkan da lampun baya andogob da siang” adalah konsep yang ditawarkan.
Berlokasi di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, destinasi wisata ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga pengalaman berbasis kearifan lokal yang khas. Camat Malinau Utara, Novis Firmansyah, menyatakan bahwa pengelolaan wisata berbasis tradisi lokal merupakan strategi BUMDes untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Di sekitar Permandian Belayan memang banyak pohon durian. Warga sekarang memanfaatkan ini untuk menjual durian langsung ke pengunjung. Ditambah dengan tradisi menikmati durian setelah mandi di sungai, ini menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya, Senin (27/1/2025).
Dengan konsep ini, BUMDes ingin memastikan bahwa manfaat ekonomi lebih dirasakan langsung oleh warga setempat. “Biasanya durian dijual melalui distributor, tapi sekarang pengunjung bisa langsung menikmati durian di lokasi wisata. Ini memberi harga yang lebih baik bagi petani sekaligus pengalaman berbeda bagi wisatawan,” tambah Novis.
BUMDes juga telah menetapkan tarif masuk yang terjangkau, yakni Rp10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp5.000 untuk kendaraan roda dua. Dengan strategi ini, pemandian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata Desa Belayan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....