Kucing Merah Kembali Terdokumentasi, TNKM Perkuat Pemantauan Satwa Liar
- 30 Sep 2026 20:36 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Keberadaan kucing merah (Catopuma badia) masih terpantau di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kalimantan Utara. Satwa liar yang dikenal sebagai salah satu spesies penting di Kalimantan ini kembali terdokumentasi melalui kamera trap dan pengamatan petugas di lapangan.
Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., menjelaskan bahwa kucing merah menjadi salah satu satwa yang terus dipantau keberadaannya. Catatan mengenai kemunculan satwa tersebut di kawasan TNKM telah ditemukan sejak 2003, kemudian kembali tercatat pada 2023 dan 2025.
“Yang pertama ditemukan tahun 2003 dan kembali ditemukan tahun 2023 dan terakhir 2025,” ujar Seno.
Menurut Seno, keberadaan kucing merah juga pernah dilaporkan dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau, termasuk Bahau dan Mentarang. Sementara di Kabupaten Nunukan, petugas TNKM pada 2023 berhasil menemukan sekaligus mendokumentasikan kucing merah di wilayah Krayan.
“Staf kami, petugas kami juga menemukan dan mendapatkan videonya kucing merah ini di Krayan di Kabupaten Nunukan,” jelasnya.
Informasi tersebut menambah data mengenai persebaran kucing merah di bentang kawasan TNKM yang mencakup wilayah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Bagi pengelola kawasan, setiap temuan maupun laporan kemunculan satwa menjadi informasi penting untuk mendukung pemantauan serta pengelolaan konservasi.
Pemantauan secara khusus juga dilakukan oleh Resort Mentarang Tubu dengan menggunakan kamera trap. Kepala Resort Mentarang Tubu, Mahfu'at, mengatakan perangkat tersebut dipasang sejak awal September 2025 dan kemudian diambil kembali pada Agustus 2026.
Pemasangan kamera trap dilakukan dengan sasaran utama macan dahan dan kucing merah. Dari pemantauan tersebut, petugas berhasil mendapatkan dokumentasi kucing merah di wilayah Halian Tubu dan Long Pala.
“Dalam pemasangan ini kami menargetkan yaitu macan dahan dan kucing merah. Alhamdulillah berhasil, ada tangkapan untuk kucing merah di wilayah Halian Tubu dan kami juga dapat tangkapan di daerah Long Pala,” ungkap Mahfu’ad.
Menurut Mahfu’ad, keberhasilan mendapatkan dokumentasi kucing merah menjadi hasil positif dalam pemantauan spesies kunci di kawasan TNKM. Kamera trap dinilai membantu petugas memperoleh informasi keberadaan satwa secara lebih efektif tanpa perlu melakukan kontak langsung dengan satwa di habitatnya.
Selain melalui kamera trap, informasi tentang kucing merah juga berasal dari pengamatan langsung di lapangan. Ferli, staf Resort Krayan, salah satunya pernah melihat satwa tersebut ketika berada di sekitar kebunnya yang berjarak sekitar dua kilometer dari kawasan TNKM.
Saat kejadian, Ferli sedang beristirahat di kebun sebelum melihat seekor satwa muncul di sekitar lokasi. Ia mengaku pada awalnya belum mengetahui jenis satwa yang dilihatnya.
Setelah mencari informasi lebih lanjut, satwa yang dilihatnya diketahui merupakan kucing merah. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dan petugas yang beraktivitas di sekitar kawasan juga dapat berperan dalam memberikan informasi mengenai keberadaan satwa liar.
Ferli berharap keberadaan kucing merah dapat terus dipertahankan melalui kepedulian bersama terhadap habitat dan satwa liar.
“Harapannya ke depan, untuk masyarakat, kita bisa menjaganya dan melestarikannya supaya lebih aman dan terjaga,” tuturnya.
Sementara itu, Seno mengajak masyarakat dan berbagai pihak yang berada di sekitar kawasan TNKM ikut mendukung upaya pelestarian kucing merah. Menurutnya, menjaga habitat serta menyampaikan informasi apabila menemukan satwa liar menjadi bagian penting dalam mendukung konservasi.
“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh pihak yang ada untuk dapat membantu kami di dalam melestarikan kucing merah ini yang sudah sangat langka dan menjadi satwa endemik di Kalimantan Utara pada umumnya,” tegas Seno.
Balai TNKM terus melakukan pemantauan terhadap keanekaragaman hayati sebagai bagian dari pengelolaan kawasan konservasi. Informasi dari kamera trap, pengamatan petugas, maupun laporan masyarakat menjadi sumber data yang saling melengkapi untuk mengetahui keberadaan dan persebaran satwa liar.
Kembali terdokumentasinya kucing merah di sejumlah titik kawasan TNKM menjadi bagian penting dalam pemantauan konservasi. Temuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga habitat dan melibatkan masyarakat dalam upaya mempertahankan keberadaan satwa liar di kawasan konservasi.
Sumber : TNKM
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....