Dinas Perikanan Malinau Fokus Naikkan Kelas 25 Kelompok Pembudidaya Ikan Pemula

  • 18 Sep 2026 22:11 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinas Perikanan Kabupaten Malinau menargetkan 25 kelompok pembudidaya ikan kelas pemula untuk pendampingan intensif sepanjang tahun 2026 guna meningkatkan kemampuan budidaya mereka.
  • Penetapan kelas kelompok pembudidaya ikan menjadi dasar pemberian pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan spesifik masing-masing kelompok.
  • Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kelas kelompok secara bertahap, meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ikan di Kabupaten Malinau.

RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Perikanan Kabupaten Malinau menjadikan 25 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) kelas pemula sebagai sasaran utama pendampingan intensif pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan budidaya sekaligus mendorong kenaikan kelas kelompok secara bertahap.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Afri ST. Padan, mengatakan penetapan kelas kelompok pembudidaya ikan menjadi dasar pemberian pembinaan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing kelompok.

“Pada tahun 2026 ini, Dinas Perikanan melalui bidang budidaya telah menetapkan kelas kelompok pembudidaya ikan dengan tujuan agar pembinaan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing kelompok,” kata Afri di Malinau, Jumat (18/9/2026).

Menurut Afri, capaian produksi perikanan saat ini masih bergantung pada kinerja kelompok kelas madya dan utama yang jumlahnya lebih sedikit. Karena itu, keberlanjutan pencapaian target produksi sangat dipengaruhi oleh kecepatan kelompok pemula meningkatkan kemampuan dan naik kelas.

Afri menjelaskan, 25 Pokdakan pemula akan menjadi sasaran utama pendampingan melalui pelatihan teknik budidaya dasar dan manajemen pakan. Program tersebut diarahkan agar sebagian kelompok dapat naik ke kelas madya dalam satu hingga tiga tahun ke depan.

“Upaya kami adalah dengan menjadikan kelompok pemula 25 Pokdakan sebagai sasaran utama pendampingan intensif melalui pelatihan teknik budidaya dasar dan manajemen pakan dengan target sebagian naik kelas ke madya dalam satu sampai tiga tahun ke depannya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pendampingan tersebut, dari 41 Pokdakan penerima bantuan stimulan budidaya perikanan tahun ini, sebanyak 25 kelompok atau 61 persen berada pada kelas pemula. Sementara 12 kelompok atau 23,3 persen masuk kelas madya dan empat kelompok atau 9,7 persen berada pada kelas utama.

Menurut Afri, struktur tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pengembangan kapasitas kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Malinau. Dinas Perikanan menilai kelompok pemula memiliki peluang peningkatan produktivitas apabila pembinaan berjenjang dapat berjalan efektif.

Sebagai gambaran, tahun ini Pemkab Malinau menyalurkan bantuan perikanan berupa 159.375 ekor benih yang meliputi 79.375 ekor ikan patin dan 80.000 ekor ikan nila, juga 95 pasang indukan ikan lele, ikan nila, dan ikan mas. Termasuk sarana pendukung budidaya, yakni 566 karung pakan pembesaran, 75 karung pakan benih PF 500, empat unit kolam terpal beserta rangka, serta satu unit high blow HP 200.

Sementara itu, pembinaan terhadap 12 Pokdakan kelas madya akan difokuskan pada dukungan sarana produksi, ketersediaan dan harga pakan, serta akses benih unggul. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat transisi kelompok menuju kelas utama.

Adapun empat Pokdakan kelas utama diposisikan sebagai kelompok percontohan atau best practice. Praktik budidaya yang telah berjalan pada kelompok tersebut diharapkan dapat direplikasi oleh kelompok pemula dan madya di wilayah masing-masing.

Menurut Afri, pembagian kelas Pokdakan menjadi dasar penyaluran pembinaan, sekaligus instrumen evaluasi terhadap perkembangan kelompok dan kinerja Dinas Perikanan. Pihaknya berharap peningkatan kapasitas kelompok dapat berlangsung secara berkelanjutan melalui pola tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....