Kucing Merah Sikuma Muncul Berulang di TNKM

  • 16 Sep 2026 20:26 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau — Kucing merah (Catopuma badia), atau disebut sikuma adalah satwa endemik dan sangat langka di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Namun sejak beberapa tahun terakhir, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 ini mulai ditemukan berulang oleh petugas.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., menjelaskan kucing merah pertama kali tercatat ditemukan pada 2003, kemudian kembali terekam pada 2013 melalui kegiatan patroli. Penemuan terbaru terjadi pada 2023 dan 2025, ketika kamera trap yang dipasang tim patroli di kawasan Bahau dan Mentarang berhasil menangkap citra satwa tersebut.

Lokasi penemuan berbeda menunjukkan bahwa individu yang tertangkap juga berbeda, sehingga dapat dipastikan populasi kucing merah tersebar di beberapa wilayah TNKM.

"Lokasi penemuan sikuma atau kucing merah ini berbeda, sehingga kita prediksikan individu yang tertangkap pun berbeda. Namun untuk jumlah pastinya, kita masih belum bisa memastikan karena perlu inventarisasi dengan metode yang diakui secara ilmiah," jelas Seno.

Secara fisik, kucing merah memiliki ciri khas yang membedakannya dari kucing liar maupun macan dahan. Postur tubuh lebih besar dan lebih panjang, dengan warna bulu yang kemerahan hingga oranye. Setiap kali terekam kamera, postur yang terlihat pun bervariasi, salah satunya berukuran lebih kecil yang diduga merupakan anakan.

Dalam perilaku alamiahnya, kucing merah bersifat soliter dan sangat menghindari manusia. Satwa ini tidak bergerombol, sehingga yang tertangkap kamera selalu satu individu saja. Sifatnya yang pemalu dan wilayah jelajahnya yang luas membuat pertemuan langsung sangat sulit terjadi. Itulah sebabnya pemantauan melalui kamera trap menjadi metode utama untuk melihat keberadaannya.

Kini, kehadiran kucing merah yang menjadi identitas Porprov II Kaltara 2026 diharapkan semakin memperkenalkan kekayaan hayati Kaltara. Sekaligus mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian habitat satwa langka yang ada di di kawasan hutan TNKM tersebut. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....