Jadi Inspirasi Maskot Porprov Kaltara, Kucing Merah Kembali Terekam di TNKM
- 07 Sep 2026 21:22 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Kucing merah Kalimantan (Catopuma badia) berhasil terekam kamera pengintai di Taman Nasional Kayan Mentarang setelah lama tidak terdokumentasi.
- Satwa liar yang jarang terlihat secara langsung ini ditemukan di wilayah Resor Mentarang Tubu melalui kegiatan patroli perlindungan kawasan.
- Dokumentasi diperoleh dari program SMART Patrol yang dilakukan petugas Balai TNKM dengan pemasangan kamera pada 2025 dan pengunduhan data pada 2026.
RRI.CO.ID, Malinau - Keberadaan kucing merah Kalimantan (Catopuma badia) kembali terdokumentasi di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Satwa liar yang jarang terlihat secara langsung itu terekam kamera pengintai (camera trap) di wilayah Resor Mentarang Tubu.
Rekaman tersebut diperoleh dari kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan kawasan yang dilakukan petugas Balai TNKM di wilayah Desa Rian Tubu. Kamera dipasang pada 2025 dan hasil pemantauannya kemudian diunduh pada 2026 melalui kegiatan SMART Patrol.
Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, mengatakan dokumentasi tersebut menjadi informasi penting untuk mengetahui keberadaan satwa liar di dalam kawasan konservasi, terutama jenis yang sulit diamati secara langsung.
“Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung, sehingga dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data mengenai keberadaannya di dalam kawasan,” jelas Seno, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, keberadaan kucing merah menunjukkan pentingnya kawasan TNKM sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. Pemantauan melalui kamera pengintai juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Kucing merah merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang memiliki sebaran terbatas di kawasan hutan. Satwa ini dikenal soliter dan cenderung menghindari keberadaan manusia sehingga kemunculannya di alam relatif sulit ditemukan.
Dalam daftar merah IUCN, kucing merah berstatus Endangered atau terancam punah. Di TNKM, keberadaan kucing merah sebelumnya juga pernah terdokumentasi.
Rekaman pernah diperoleh di kawasan Resor Sungai Bahau pada 2023, sementara catatan sebelumnya di kawasan TNKM berasal dari sekitar 2003. Bagi petugas lapangan, temuan tersebut menjadi tambahan informasi untuk pemantauan satwa dan kondisi habitat di TNKM.
Kepala Resor Mentarang Tubu, Mahfuat, mengatakan hasil rekaman menjadi dorongan bagi petugas untuk terus melakukan patroli dan pemantauan kawasan. “Bagi petugas di lapangan, hasil ini menjadi penyemangat untuk terus melakukan patroli, pemantauan, dan menjaga kawasan,” ujarnya.
Keberadaan kucing merah juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkenalkan kekayaan hayati Malinau kepada masyarakat. Satwa tersebut sebelumnya dipilih sebagai inspirasi Si Kuma, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara yang akan berlangsung di Kabupaten Malinau mulai 10 November 2026.
Ketua Umum KONI Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan kucing merah dipilih karena merupakan satwa khas Kalimantan yang keberadaannya di Malinau belum banyak diketahui masyarakat. Pemilihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan satwa tersebut melalui ajang olahraga tingkat provinsi.
Secara fisik, kucing merah memiliki tubuh relatif kecil dengan ekor panjang dan warna bulu merah kecokelatan hingga keabu-abuan. Satwa ini menjadi salah satu bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati hutan Kalimantan yang membutuhkan perlindungan habitat.
Setiap rekaman satwa liar menjadi bagian dari data untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi bagi Balai TNKM. Dokumentasi kucing merah di Mentarang Tubu sekaligus menambah informasi mengenai keberadaan spesies langka tersebut di bentang alam Kayan Mentarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....