Pendidikan Bintara SPKT Berbasis Moral dan Literasi Dukung Program Nasional

  • 20 Jul 2026 22:31 WIB
  •  Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Yusuf SIK, M.Hum., membuka pendidikan dan pembentukan bintara (baru Diktuba) di Sekolah kepolisian negara (SPN) Polda Kaltara di Kabupaten Malinau Senin (20/7) pagi. Sebagai komandan Upara adalah Wakapolres Malinau, Kompol Yulius Heri Subroto dan dihadiri Wakil Bupati Malinau, jakaria SE M,Si dan para pejabat di lingkungan Pemkab Malinau. Wakapolda membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri dalam upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026,

Mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif Serta Inklusif”, pendidikan berlangsung selama lima bulan. Secara nasional diikuti 4.792 peserta didik, di mana 4.084 orang ditempatkan di 31 SPN seluruh Indonesia termasuk wilayah Kalimantan Utara. Untuk SPN Polda Kaltara di Kabupaten Malinau, tercatat sebanyak 66 peserta pendidikan dan pembentukan bintara baru dan 5 diantaranya adalah berasal dari daerah Malinau.

“Pendidikan ini bukan sekadar mengubah status warga sipil menjadi anggota Polri, melainkan proses transformasi utuh pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, dan mental agar kelak benar-benar mahir melayani masyarakat di SPKT setiap satuan kewilayahan,” ujar Brigjen Pol. Yusuf saat membacakan amanat.

Ditekankan, keutamaan pendidikan Polri tidak diukur dari banyaknya materi atau kerasnya latihan, melainkan keberhasilan membentuk personel yang menjalankan tugas berlandaskan moralitas, integritas, kematangan berpikir, serta keberanian bertindak tepat dan benar. “Kewenangan tanpa moral berisiko penyalahgunaan kekuasaan yang akan menciderai kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tegasnya.

Selain nilai luhur, pendidikan memperkuat literasi luas meliputi kemampuan berpikir analitis berdasar aturan, membaca situasi, memanfaatkan kecerdasan buatan, hingga mengambil keputusan cepat dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi modal utama Polri mendukung kedaulatan pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi, selaras filosofi Tata Tentrem Kerta Raharja.

Pendidikan menggunakan kurikulum Outcome-Based Education yang berpusat pada capaian kompetensi lulusan: pelaksana tugas profesional, berkarakter kebangsaan, kompeten di SPKT, serta menjunjung tinggi HAM dan prinsip humanis.

Kepada peserta didik disampaikan tujuh pesan kunci: perkuat iman, sesuaikan pola hidup, siapkan fisik dan mental, tinggalkan kebiasaan buruk, pegang teguh tujuan saat lelah, bangun semangat belajar, dan wujudkan cita-cita pengabdian. “Pendidikan yang keras tidak harus kasar; ketegasan bertujuan membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” tutup amanat tersebut.(*)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....