MTQ X Provinsi Kaltara, Perkuat Karakter dan Persatuan
- 30 Jun 2026 12:09 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dibuka di Kabupaten Malinau oleh Gubernur Kaltara, DR. H. Zainal Arifin Paliwang pada Senin (29/6/2026) malam.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kaltara. Kemudian penyerahan piala bergilir juara umum MTQ Kaltara kepada Bupati Malinau, Wempi W Mawa, selaku tuan rumah.
Bupati Wempi menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu undangan dari seluruh kabupaten dan kota se‑Kaltara. “Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian menjadi kehormatan besar bagi kami dan seluruh masyarakat Malinau sebagai tuan rumah. Dan MTQ ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan toleransi antarwarga,” ujarnya saat menyampaikan sambutan Ketua Panitia MTQ Ke-10 tingkat Provinsi Kaltara di Panggung Kesenian Padan Liu' Burung Kabupaten Malinau.
Menurutnya, MTQ memiliki makna lebih luas sebagai media syiar Islam, wahana membentuk generasi qur’ani, mempererat ukhuwah, serta menanamkan nilai kejujuran, kedamaian, dan persaudaraan. Nilai‑nilai ini sangat selaras dengan kondisi masyarakat Malinau yang majemuk, rukun, dan saling menghormati satu sama lain.
Menyikapi amanah menjadi tuan rumah, Bupati menegaskan persiapan telah dilakukan secara menyeluruh. “Sejak ditetapkan, kami bersama LPTQ, Kementerian Agama, Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat bergotong royong agar acara berlangsung aman, nyaman, dan berkesan,” jelasnya.
Dukungan pemerintah tidak hanya berupa anggaran dan fasilitas, tetapi juga komitmen jangka panjang melalui pembinaan lembaga pendidikan Al‑Qur’an, rumah tahfiz, TPA/TPQ, serta peningkatan kualitas tenaga keagamaan.
Hal ini sejalan dengan visi daerah membangun Malinau yang maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan nilai luhur serta keberagaman.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, moral, dan keharmonisan sosial. Di Malinau, keberagaman suku, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan yang menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Kepada para peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, akhlak mulia, dan menjadikan ajang ini sarana belajar serta mempererat persaudaraan. Sementara kepada dewan hakim, ia berharap penilaian berjalan objektif, jujur, dan profesional.
Wempi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. "Saya berharap MTQ ke‑10 ini berjalan lancar, sukses dalam prestasi maupun syiar Al‑Qur’an, serta semakin mempererat persaudaraan seluruh masyarakat Kalimantan Utara," tuturnya. (Dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....