UT Tarakan Dongkrak Ekowisata Tane’ Olen Malinau
- 01 Jun 2026 15:49 WIB
- Malinau
Poin Utama
- UT Tarakan mendorong pengelolaan mandiri Ekowisata Hutan Adat Tane’ Olen di Desa Setulang, Malinau, dengan menempatkan warga lokal sebagai pelaku utama.
- Program kerja meliputi solusi kendala permodalan, penyuluhan tata kelola wisata (FGD), pembuatan fasilitas fisik daur ulang, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi nasional
- Kegiatan ini sebagai wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendampingi warga meningkatkan ekonomi tanpa merusak kelestarian adat
RRI.CO.ID, MALINAU – Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Tarakan menerjunkan tim untuk melakukan aksi pemberdayaan masyarakat di Kawasan Ekowisata Tane’ Olen, Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau. Langkah strategis ini diambil guna mendorong tata kelola objek wisata berbasis masyarakat (community-based tourism) yang mandiri dan berkelanjutan.
Tane’ Olen sendiri merupakan kawasan hutan adat yang menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Dayak Kenyah. Selain memiliki kekayaan alam yang masih asri, kawasan ekowisata ini dikenal menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal yang sangat tinggi, sehingga memerlukan pola pengelolaan yang tepat agar tidak tergerus zaman.
Direktur UT Tarakan, Jeji Muhamad Najib, S.Kom, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bukti nyata kontribusi akademis terhadap pembangunan daerah. Beliau berharap kolaborasi ini mampu membuka potensi ekonomi baru tanpa merusak akar budaya setempat.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata di lapangan. Melalui program ini, UT Tarakan berkomitmen mendampingi warga Desa Setulang agar mampu mengelola kekayaan adat Tane' Olen secara profesional dan mandiri," ujar Jeji Muhamad Najib.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UT Tarakan bergerak aktif membantu pengelola wisata mencari jalan keluar atas kendala permodalan. Upaya ini dirancang agar pengembangan fasilitas penunjang di ekowisata Tane’ Olen memiliki kemandirian finansial dan mampu berdampak langsung pada kesejahteraan warga desa.
Tidak hanya itu, tim mahasiswa juga menggelar penyuluhan intensif dan Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas lokal. Forum ini mengupas tuntas pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan standar pelayanan bagi wisatawan, hingga memperkuat peran aktif masyarakat dalam membentengi hutan adat mereka.
Menjawab tantangan era modern, mahasiswa turut melakukan digitalisasi promosi dengan merancang strategi komunikasi melalui platform Facebook, Instagram, dan TikTok. Pendampingan literasi digital ini ditargetkan dapat memperluas jangkauan promosi Tane’ Olen hingga dikenal luas di tingkat regional maupun nasional.
Aksi nyata tersebut ditutup dengan pembenahan fasilitas fisik di lokasi wisata, mulai dari pembuatan papan penunjuk arah hingga penyediaan tempat sampah dari bahan daur ulang. Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Setulang yang menilai kolaborasi bersama UT Tarakan telah membawa perubahan positif bagi masa depan ekowisata Malinau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....