Kemenag Malinau Tekankan Moderasi di MTQ

  • 06 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Kemenag Malinau menekankan pentingnya moderasi beragama dan pembangunan SDM melalui MTQ sebagai sarana membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual.
  • Kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman menjadi fokus utama, dengan peran dewan hakim juga ditekankan agar menjaga objektivitas dan integritas dalam pelaksanaan MTQ.

RRI.CO.ID, Malinau - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malinau, Sapriansya Alie, menekankan pentingnya nilai moderasi dan pembangunan sumber daya manusia dalam pembukaan MTQ ke-22 di Masjid At-Tauhid Malinau Kota, Selasa (5/5/2026) malam.

‎Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi peran strategis MTQ dalam kehidupan masyarakat. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ.

‎“Kita melihat ada perbedaan dalam pelaksanaan kali ini, di mana seluruh dewan hakim menggunakan jubah yang telah disiapkan. Ini bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah,” ujarnya.

‎Sapriansya menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana mencetak generasi yang unggul. Generasi yang diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat.

‎“Melalui MTQ, kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi tetap berpijak pada tuntunan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

‎Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Malinau. Menurutnya, kondisi sosial yang harmonis selama ini menjadi salah satu kekuatan daerah yang diakui hingga tingkat nasional.

‎“Malinau termasuk daerah yang rukun dalam keberagaman. Ini harus terus dijaga dengan mengedepankan sikap moderat, saling menghargai, dan menjaga toleransi,” ucapnya.

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh peserta, tetapi juga oleh peran dewan hakim dalam menjaga objektivitas dan integritas penilaian.

‎“Pelaksanaan MTQ ini sangat bergantung pada dewan hakim. Tanggung jawabnya besar, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” katanya.

‎Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat semakin membumi di tengah masyarakat serta memperkuat karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi toleransi di Kabupaten Malinau. (Ading)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....