MTQ ke-22 Dibuka, Bupati Malinau Tekankan Nilai Qurani

  • 06 Mei 2026 04:55 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • MTQ ke-22 Kabupaten Malinau dibuka dengan meriah di Masjid At-Tauhid dan diikuti 328 peserta, menjadi salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak.
  • Bupati Malinau menekankan pentingnya nilai Qurani dalam pembangunan, yakni membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, berakhlak mulia, serta menjaga toleransi dalam keberagaman.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-22 tingkat Kabupaten Malinau dibuka pada Selasa (5/5/2026) malam di Masjid At-Tauhid Malinau Kota. Pembukaan berlangsung meriah dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kecamatan, tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman. Bupati Malinau, Wempi W Mawa, dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

‎“MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi wahana untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan ajaran Al-Qur’an,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, tema MTQ tahun ini menekankan pentingnya membangun generasi Qurani yang religius, berprestasi, dan berakhlak mulia dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

‎“Generasi Qurani harus mampu menjadi pilar pembangunan daerah, tidak hanya memahami Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial dan budaya,” katanya.

‎Wempi juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual masyarakat. Ia menyebut, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga terus mendukung pengembangan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan.

‎“Kalau kita maju secara fisik tapi tidak diimbangi dengan pembangunan spiritual, maka akan muncul potensi perpecahan. Semua agama mengajarkan kebaikan dan toleransi,” ucapnya.

‎Ia turut mengapresiasi keberagaman yang ditunjukkan dalam pelaksanaan MTQ, di mana dukungan datang dari berbagai latar belakang suku dan agama. Menurutnya, hal tersebut menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan di Kabupaten Malinau.

‎“Melalui MTQ ini, kita tidak hanya memperkuat keimanan umat Islam, tetapi juga menjadi inspirasi untuk mempererat toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” katanya.

‎Pelaksanaan MTQ ke-22 dipusatkan di Masjid At-Tauhid Malinau Kota sebagai arena utama, serta berlangsung di beberapa lokasi lain seperti Balai Diklat dan MTsN Malinau untuk cabang lomba berbeda.

‎Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 5 hingga 10 Mei 2026. Tahun ini, MTQ diikuti 328 peserta dengan beragam cabang lomba, menjadikannya sebagai salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak di Kabupaten Malinau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....