Antusiasme Tinggi, 326 Peserta Siap Berlaga di MTQ ke-22 Malinau

  • 04 Mei 2026 12:35 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • MTQ ke-22 Kabupaten Malinau mencatat lonjakan peserta yang signifikan mencapai 326 orang, meningkat drastis dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang biasanya hanya diikuti sekitar 100-an peserta.
  • Penyelenggaraan yang mengedepankan efisiensi aset daerah ini menjadi ajang uji coba sekaligus persiapan awal bagi Malinau yang akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi pada Juni 2026.

RRI.CO.ID, Malinau - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-22 tingkat Kabupaten Malinau mencatat sejarah dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Tingginya partisipasi ini dinilai menjadi indikator kuat meningkatnya minat dan antusiasme masyarakat dalam mensyiarkan ajang keagamaan tersebut.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Malinau, Kamran Daik, mengungkapkan bahwa hingga penutupan pendaftaran pada 2 Mei 2026, tercatat sebanyak 326 peserta telah mendaftarkan diri dan siap berlaga pada mulai 5 hingga 10 Mei 2026 mendatang.

"Antusiasme masyarakat menjelang penutupan pendaftaran sangat tinggi. Ini adalah jumlah peserta terbanyak yang pernah ada, karena pada penyelenggaraan sebelumnya biasanya hanya berkisar seratusan peserta," ujar Kamran saat ditemui saat meninjau arena utama MTQ ke-22 di Masjid At-Tauhid Malinau Kota, Minggu (3/5/2026).

Kamran menjelaskan bahwa pelaksanaan sempat mengalami beberapa kali penundaan demi memastikan kesiapan teknis sebelum akhirnya ditetapkan dimulai pada 5 Mei 2026. Penundaan ini dilakukan agar sarana dan prasarana di lapangan benar-benar matang.

“Kami melihat kondisi lapangan sebelumnya belum maksimal, jadi kami tunda sampai semuanya benar-benar siap. Hal ini sesuai dengan arahan Pak Bupati agar kita memberikan yang terbaik dalam pelayanan dan fasilitas,” tambahnya.

Selain kesiapan fisik, panitia juga mengedepankan prinsip efisiensi anggaran dengan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah. Penggunaan aset daerah seperti tenda dan perlengkapan pendukung lainnya dilakukan untuk menekan biaya operasional.

“Kita maksimalkan aset yang ada di pemerintah daerah sehingga tidak perlu menyewa dari luar. Ini langkah penghematan sesuai arahan yang diberikan,” jelas Kamran.

Ia berharap para peserta dapat bertanding secara sportif dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kamran menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana untuk melahirkan juara yang kompeten.

“Saya berharap peserta tidak hanya sekadar tampil, tetapi benar-benar berupaya menjadi juara sehingga mampu membanggakan daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, suksesnya MTQ tingkat kabupaten ini sangat krusial mengingat Malinau akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi pada Juni 2026 mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan Malinau dalam menyelenggarakan ajang yang lebih besar di tingkat regional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....