Pelaksanaan di Desa Luso, TMMD Ke-128 Kodim 0910 Malinau Dibuka

  • 22 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau dilaksanakan di Desa Luso mulai 22 April 2026.
  • Program fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.
  • Pemda Malinau tekankan sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

RRI.CO.ID, Malinau - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan ke-128 Tahun 2026 Kodim 0910/Malinau yang dilaksanakan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, telah dimulai pada Rabu (22/4/2026). Upacara pembukaan dipusatkan di lapangan Sepak Bola Desa.

Komandan Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, menyampaikan TMMD bertujuan membantu percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“TMMD ini untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik,” ujar Dandim Malinau pada RRI usai seremoni pembukaan.

Ia menjelaskan, sasaran fisik meliputi pembangunan dan peningkatan badan jalan, pembangunan jembatan ulin, rumah singgah, serta fasilitas pendukung lainnya.

Kegiatan tambahan mencakup pembangunan RTLH, pembuatan MCK, sumur bor, hingga semenisasi jalan TPU. Sementara itu, kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kamtibmas, kesehatan, stunting, hingga wawasan kebangsaan.

Pemerintah Kabupaten Malinau, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Malinau, Kamran Daik, menilai program TMMD sangat positif bagi pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kegiatan TMMD ini sangat positif sekali. Ada sasaran fisik dan non-fisik yang membutuhkan sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, kita bersinergi untuk pembangunan wilayah perbatasan,” kata Kamran.

Ia menegaskan, pelaksanaan TMMD tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Jangan sampai nanti begitu TMMD ini masuk ke wilayah desa, di perbatasan ini hanya mereka sendiri yang melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada,” ujarnya.

Kamran menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran melalui APBD untuk program TMMD. “Tinggal nanti dari masyarakat bagaimana peran aktifnya untuk bersama-sama pemerintah daerah maupun TNI, Polri dan unsur terkait lainnya,” ucapnya.

Pelaksanaan TMMD melibatkan 150 personel gabungan bersama masyarakat setempat. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....