Bupati Malinau Lantik Direktur Perumda Intimung

  • 16 Apr 2026 11:21 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Theofilus Yoel Lufung dilantik sebagai Direktur Perumda Intimung setelah melalui tahapan seleksi terbuka.
  • Bupati Malinau menegaskan Perumda harus dikelola profesional, mampu membaca peluang, serta menerapkan efisiensi operasional.
  • Perumda diharapkan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kolaborasi dengan UMKM, serta menghadirkan inovasi dan peluang usaha baru untuk mendukung ekonomi daerah.

RRI.CO.ID, Malinau - Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Intimung periode 2026-2031, Theofilus Yoel Lufung menjalani pelantikan di Ruang Laga Fratu Kantor Bupati Malinau, Kamis (16/4/2026). Pelantikan dilakukan setelah melalui seluruh tahapan seleksi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Malinau.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa yang ditemui usai melantik pejabat baru menegaskan, pengisian jabatan direktur telah dilaksanakan secara terbuka menyusul kekosongan yang terjadi pasca pengundurkan diri pejabat sebelumnya.

“Beliau sudah melewati beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tertulis hingga wawancara. Semua proses sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” ujar Wempi di Kantor Bupati Malinau.

Ia berharap Direktur Perumda yang baru mampu menjalankan komitmen dan strategi bisnis yang telah dipaparkan saat proses seleksi. Menurutnya, pengelolaan Perumda harus disesuaikan dengan core business yang dimiliki.

Wempi menegaskan Perumda merupakan badan usaha yang memiliki peluang untung dan rugi. Pengelolaan harus dilakukan secara profesional dan berbasis perhitungan bisnis yang matang.

“Perumda ini badan usaha, ada konsekuensi untung dan rugi. Jadi harus dikelola dengan baik dan profesional,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang usaha serta melakukan efisiensi operasional. Dengan biaya yang minimal, Perumda diharapkan tetap mampu menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia yang ada.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga mendorong pengelolaan penyertaan modal dari APBD secara optimal agar unit usaha Perumda dapat berkembang dan memberikan kontribusi real bagi daerah.

Wempi juga mendorong Perumda untuk memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM. Potensi daerah dinilai dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan aktivitas bisnis Perumda.

“Harapannya bisa berkolaborasi dengan UMKM dan mengelola potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Perumda diharapkan mampu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut harus diiringi dengan inovasi dan transformasi dalam pengelolaan usaha.

Menurutnya, Perumda perlu menciptakan terobosan baru agar mampu menghadirkan peluang bisnis yang sebelumnya belum ada. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan ke depan.

“Kita berharap dengan semangat dan gagasan baru, Perumda tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....