BPS Malinau Dorong Desa untuk Mandiri dalam Mengelola Data

  • 14 Apr 2026 15:48 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • BPS mendorong kecakapan desa dalam mengelola data, tiga desa di Malinau jadi sasaran Program Desa Cantik 2026.
  • Aparat desa akan dilatih mengelola data mandiri mulai dari pengambilan sampel hingga pelaporan.
  • Program nasional BPS ini fokus pada pemahaman dan kualitas data di tingkat desa.

RRI.CO.ID, Malinau - Badan Pusat Statistik (BPS) mendorong desa agar mampu mengelola data secara mandiri sebagai dasar perencanaan pembangunan dengan menetapkan tiga desa di Malinau sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.

Meliputi Desa Lidung Kemenci, Semenggaris, dan Tanjung Lapang. Ketiganya akan mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola data secara mandiri.

Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Christyawan, mengatakan program Desa Cantik dirancang agar desa mampu menyelenggarakan pendataan sendiri sekaligus meningkatkan kualitas data yang dimiliki.

“Kita lakukan pembinaan supaya mereka secara mandiri bisa menyelenggarakan yang namanya pendataan, supaya memperbaiki kualitas data desa masing-masing,” ujarnya, Selasa (14/4/2026) di Malinau.

Ia menjelaskan, pembinaan direncanakan mulai berlangsung pada April atau Mei 2026 dengan durasi selama dua hingga tiga bulan. Dalam pelaksanaannya, aparat desa akan dilatih mulai dari teknik pengambilan sampel hingga penyusunan laporan dan pelaksanaan pendataan lapangan.

Menurut Yanuar, topik pendataan yang diangkat masih bersifat tentatif. Hal ini menyesuaikan arahan dari pusat maupun kebutuhan data di daerah.

“Kita tunggu arahan dari pusat atau menyesuaikan kebutuhan data daerah, bisa jadi karena tahun ini kita sensus ekonomi, topiknya tentang ekonomi, bisa juga tentang data tunggal sosial ekonomi nasional,” katanya.

Program Desa Cinta Statistik merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia setiap tahun. “Itu program nasional, jadi kalau satu kabupaten ada tiga desa, kurang lebih ada sekitar seribuan desa yang dilakukan pembinaan,” jelas Yanuar.

Saat ini, BPS Malinau telah mengawali tahap inisiasi dengan melakukan kunjungan awal ke desa sasaran untuk memperkenalkan program sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....