Ketinggian Capai Dua Meter, 30 KK Terdampak Banjir di Malinau Kota

  • 19 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Banjir di RT 10 Desa Malinau Kota mencapai ketinggian hingga dua meter dan menjadi yang terparah.
  • Sebanyak 30 kepala keluarga terdampak dan sebagian bertahan dalam kondisi terbatas.
  • Banjir dipicu wilayah rendah dan drainase kurang optimal, sehingga air lama surut.

RRI.CO.ID, Malinau - Desa Malinau Kota menjadi salah satu wilayah terdampak banjir terparah, khususnya di RT 10. Ketinggian air bervariasi, dengan kondisi tertinggi mencapai dua meter yang merendam permukiman warga, Kamis (19/3/2026).

Sebanyak 30 kepala keluarga terdampak dan harus bertahan di tengah keterbatasan. Ketua RT 10 Desa Malinau Kota, Burhan, mengatakan wilayah tersebut memang rawan tergenang karena berada di dataran rendah.

Kondisi ini diperparah dengan sistem pengairan yang belum berfungsi optimal. “Daerah kami ini rendah, jadi kalau banjir mudah tergenang, ditambah pengairan yang kurang berfungsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aliran air juga kerap terhambat akibat saluran yang ditimbun. Hal ini membuat air tidak mengalir dengan baik dan menyebabkan banjir lebih lama surut.

Dari total 30 KK terdampak, sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, ada juga yang tetap bertahan di rumah meski harus hidup dalam kondisi terbatas.

“Ada yang mengungsi, ada juga yang bertahan. Tidur pakai papan seadanya karena akses keluar juga sulit,” ucapnya.

Kondisi banjir yang cukup dalam turut menyulitkan mobilitas warga. Akses menuju permukiman terbatas, sementara sarana evakuasi yang tersedia masih minim.

“Perahu dari BPBD hanya satu, jadi mobilitas warga cukup terbatas,” ujarnya.

Ibrahim menambahkan, banjir di wilayahnya dikenal lambat surut. Pada kejadian sebelumnya, genangan air bahkan bisa bertahan hingga satu minggu.

“Biasanya lama surutnya, pernah sampai seminggu karena daerah ini rendah,” katanya.

Meski ketinggian banjir saat ini mencapai dua meter, ia menyebut kondisi tersebut masih lebih rendah dibandingkan banjir pada 2023 yang mencapai 2,5 meter. Namun, dampaknya tetap signifikan bagi masyarakat.

Untuk solusi jangka panjang, ia berharap adanya perbaikan sistem drainase dan pembangunan kanal yang lebih dalam agar air dapat mengalir lebih cepat saat banjir terjadi.

“Harus ada kanal yang lebih dalam supaya air cepat keluar,” ujarnya.

Wakil Bupati Malinau, Jakaria telah memantau langsung kawasan tersebut pada Kamis pagi, untuk dilakukan langkah penanganan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....