Bupati Wempi : Penguatan Literasi Jadi Tanggung Jawab Bersama
- 06 Feb 2026 16:51 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W Mawa menyatakan bahwa penguatan literasi menjadi tanggung jawab semua pihak. Meskipun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus berkomitmen maksimal memajukan wajah pendidikan Bumi Intimung.
"Program-program yang kami jalankan tidak hanya memberikan bantuan sekolah, tetapi juga menjamin masa depan pelajar. Peran ibu-ibu dalam mendidik anak dari lingkungan keluarga sangat penting sebelum anak memasuki sekolah. Jadi peran kita semua sangat diharapkan," ujar bupati saat menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar serta Menengah (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si di Laga Feratu, Pemda Malinau. Jumat pagi (06/02/26).
Audensi turut dihadiri bunda literasi, pokja bunda literasi, IKBM dan penggiat literasi Kabupaten Malinau. Apalagi dalam rombongan pusat tersebut juga diikuti Laila Yudiati, Senior Program Manager, Basic Education Unit, Human Development Section, Governance and Human Development Branch, Australian Embassy Jakarta,
Kemudian terlihat pula, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen. Asep Juanda, S.Ag., M.Hum, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.
Kunjungannya selama tiga hari di Kabupaten Malinau meninjau sejumlah TBM hingga ke sekolah-sekolah untuk melihat pelaksanaan program literasi yang sedang berlangsung.
Bupati Wempi W. Mawa bersama jajaran Pemkab Malinau mendapat apresiasi atas komitmen dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter.
Apresiasi juga diberikan kepada bunda literasi dan pokjanya yang berperan dalam mendidik anak-anak dengan kesantunan maupun keadaban.
Pentingnya ekosistem pendidikan yang melibatkan orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas di tahun 2045 menjadi penekanan dalam pertemuan tersebut.
Pemkab Malinau diharapkan mendukung kedaulatan bahasa Indonesia dan pembentukan tim pengawasan penggunaan bahasa di ruang publik. Indeks literasi perlu ditingkatkan dengan alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia.
Guru-guru juga diharapkan dapat diukur kompetensi literasinya. Seperti SDN 002 Malinau Barat yang mendapat pujian atas kepercayaan diri dan karya guru-gurunya. (ryan/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....