Sekda Malinau Buka Seminar Peningkatan Potensi Pendidikan

  • 31 Jan 2026 13:06 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., secara resmi membuka kegiatan seminar dengan tema “Membangun Masa Depan yang Lebih Baik dan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing” pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Adat Desa Belayan, Kecamatan Malinau Selatan, dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelajar, pemuda, dan tokoh adat.

Dalam sambutannya, Sekda Ernes menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Belayan, panitia, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan seminar tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini harus terus didorong agar bisa menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lain di Kabupaten Malinau, yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

“Yang paling penting bukan hanya pelaksanaannya, tetapi ide dan kepedulian di balik kegiatan ini. Artinya, pemerintah desa, pemuda, dan orang tua sudah berpikir jauh ke depan tentang masa depan generasi muda Desa Belayan,” ujar Sekda Ernes dengan penuh semangat.

Sekda Ernes menegaskan bahwa pendidikan dan SDM adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang unggul dan berdaya saing. Ia juga menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat, terutama dalam hal pendidikan anak, termasuk anak perempuan, yang seringkali dibatasi hanya pada tingkat dasar.

“Jangan lagi ada stigma bahwa anak perempuan cukup bisa baca tulis lalu ke dapur. Semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, harus kita dorong untuk terus sekolah, meraih cita-cita, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tegas Sekda Ernes.

Selain pendidikan, Sekda juga menyoroti berbagai ancaman sosial yang kini semakin mengkhawatirkan, seperti narkoba, judi online, pinjaman online (pinjol), pelanggaran lalu lintas, dan perkawinan usia dini. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kriminal yang terjadi sering kali berkaitan erat dengan lemahnya pengetahuan dan kondisi sosial masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

“Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kita harus tetap menjaga adat dan adab sebagai nilai-nilai yang tidak bisa tergantikan. AI bisa menggantikan kecerdasan dan keterampilan, tetapi tidak bisa menggantikan budaya kita. Budaya adalah jati diri kita,” ujar Sekda, mengingatkan pentingnya melestarikan nilai-nilai lokal.

Sekda Malinau juga mengajak generasi muda untuk bangga terhadap identitas dan budaya lokal, serta tidak merasa malu mengenakan atribut adat dan melestarikan kesenian daerah. Ia berharap kegiatan seminar ini dapat diikuti dengan serius oleh seluruh peserta dan menjadi langkah awal dalam menciptakan SDM Desa Belayan yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Yonatan, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara pemuda, lembaga adat, dan Pemerintah Desa Belayan, sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari berbagai ancaman sosial. “Kegiatan ini sudah lama kami rencanakan. Kami ingin generasi muda Belayan tidak terjebak narkoba, judi online, dan perkawinan usia dini. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun,” ujarnya.

Yonatan juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, Pemerintah Desa Belayan, serta seluruh narasumber dari unsur kepolisian, perangkat daerah, dan lembaga adat atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan seminar ini diikuti oleh pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, pemuda-pemudi, tokoh adat, tokoh perempuan, serta masyarakat Desa Belayan, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masa depan generasi muda di Desa Belayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....