PWKI Diajak Jadi Berkat Nagi Semua Orang
- 29 Jan 2026 07:51 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Keluarga adalah tempat pertama di mana iman ditanamkan, kasih dipraktikkan, serta nilai-nilai Kristus diajarkan dan diteladankan. Oleh karena itu, perempuan Kristen memiliki peran strategis sebagai istri dan ibu dalam membentuk kehidupan rohani keluarga.
Perempuan Kristen harus menjadi pendoa bagi keluarga, membangun dan membela keluarga, serta membangun relasi yang erat dengan Tuhan.
Dari keluarga inilah terang Kristus dapat dibawa ke tengah gereja dan masyarakat. Hal iti disampaikanPersatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Penasehat DPC PWKI Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, SE dalam sambutan pada Ibadah Syukur Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, yang digelar PWKI Kabupaten Malinau Rabu (28/1/2026), bertempat di Gereja Bethany BMC Pelita Kanaan, Kabupaten Malinau.
Maylenty menegaskan, perayaan Natal merupakan momentum penting untuk memperkuat peran perempuan Kristen. khususnya dalam membangun keluarga yang takut akan Tuhan.
“Melalui kelahiran Yesus Kristus, Allah menyatakan bahwa Ia hadir secara nyata untuk membawa keselamatan, pemulihan, dan pengharapan, yang dimulai dari keluarga,” ujar Maylenty Wempi.
Keyua TP PKK Malinau ini juga mengajak seluruh anggota PWKI untuk tidak hanya menjadi penerima berkat. Tetapi juga menjadi berkat bagi sesama melalui sikap, perkataan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Maylenty berharap di tahun 2026 ini PWKI Kabupaten Malinau semakin solid dalam kebersamaan, bertumbuh dalam iman, serta aktif dalam pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat. “PWKI harus menjadi wadah yang mempererat persaudaraan, memperkuat iman, dan menjadi saluran berkat, baik bagi gereja maupun masyarakat di Kabupaten Malinau,” ujarnya.
Maylenty Wempi juga mendorong PWKI untuk berperan dalam penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan dan keterlibatan dalam kegiatan UMKM selain pembinaan rohani. "Saya berharap ke depan PWKI dapat mengembangkan pelatihan seperti membatik, menjahit, dan keterampilan lainnya, sehingga ibu-ibu PWKI dapat lebih mandiri dan produktif,” tuturnya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....