Puasa Disyariatkan Bertahap, Bukti Strategi Pendidikan Ilahi

  • 22 Feb 2026 05:42 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Ibadah puasa tidak langsung diwajibkan secara penuh, melainkan melalui proses bertahap menjadi bukti adanya strategi pendidikan Ilahi yang sarat kebijaksanaan.

Dalam program Dialog Ramadan RRI Malinau , Ustaz Dr. Baharuddin, S.Ag,. M.Pd menjelaskan bahwa puasa mulai diwajibkan pada tahun kedua hijriah di Madinah. Merujuk pada firman Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 183 memerintahkan orang-orang beriman untuk berpuasa sebagaimana umat-umat sebelumnya.

“Pada awalnya, umat Islam diberi pilihan, apakah berpuasa atau membayar fidyah bagi yang mampu namun tidak berpuasa. Ini menunjukkan bahwa syariat hadir dengan mempertimbangkan kesiapan mental dan sosial umat,” jelasnya, belum lama ini.

Menurutnya pola bertahap ini juga terlihat dalam syariat lain, seperti pelarangan khamr yang turun secara berproses hingga akhirnya diharamkan total. Strategi ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mendidik, bukan memberatkan secara tiba-tiba.

Ia menjelaskan strategi pendidikan Ilahi mengandung pesan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban formal, tetapi proses pembentukan karakter. Puasa melatih kesabaran, empati terhadap sesama, serta pengendalian diri yang tidak bisa dibangun dalam sekejap.

Dialog Ramadan tersebut ditutup dengan harapan agar umat Islam tidak hanya menjalankan puasa sebagai rutinitas tahunan, tetapi juga memahami nilai pendidikan di baliknya. Dengan memahami proses disyariatkannya secara bertahap, diharapkan keimanan semakin kokoh dan ibadah dijalankan dengan penuh kesadaran.

Melalui refleksi ini, Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum memahami kasih sayang Allah dalam mendidik hamba-Nya secara perlahan namun pasti menuju derajat takwa. (Ryan/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....