Bebongko, Takjil Berbuka Puasa Khas Nusantara
- 20 Feb 2026 21:36 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Bebongko menjadi salah satu takjil tradisional yang kerap hadir saat berbuka puasa di sejumlah daerah Indonesia.
Hidangan ini dikenal sebagai kue basah berbahan dasar santan dan tepung beras dengan cita rasa manis serta tekstur lembut yang memanjakan lidah setelah seharian menahan lapar.
Bebongko dimasak dengan cara dikukus dalam wadah kecil, biasanya menggunakan daun pisang sebagai alas atau pembungkus. Aroma khas daun pisang yang terkena uap panas memberikan sensasi harum yang menggugah selera. Warna bebongko umumnya putih atau kekuningan, tergantung bahan tambahan seperti gula merah atau pandan.
Menu ini banyak dijumpai di pasar takjil selama bulan Ramadan. Leha warga Malinau Kota mengaku menjual bebongko hanya di bulan Ramadan. Proses membuat bebongko ini merupakan resep dari keluarga besar.
"Harganya yang terjangkau membuat bebongko diminati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain rasanya yang manis dan gurih, kandungan santan di dalamnya juga cukup mengenyangkan untuk mengawali santapan berbuka," ujarnya, Jumat (20/02/2026).
Sejumlah warga mengaku memilih bebongko sebagai menu pembuka karena teksturnya yang lembut sehingga mudah dicerna setelah berpuasa. Biasanya, bebongko disajikan bersama teh hangat atau minuman segar seperti es buah.
Proses pembuatan bebongko tergolong sederhana. Bahan-bahannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, dan sedikit garam. Semua bahan dicampur hingga rata, lalu dituangkan ke dalam cetakan sebelum dikukus hingga matang.
Meski sederhana, diperlukan ketelitian agar teksturnya tetap lembut dan tidak terlalu padat.
Kehadiran bebongko sebagai menu berbuka puasa juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional. Di tengah maraknya makanan modern, jajanan pasar seperti bebongko tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. (Ryan/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....