Harga Pangan Mulai Bergerak jelang Ramadan, Inflasi Malinau Terkendali

  • 18 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Pergerakan harga sejumlah bahan pangan di Pasar Induk Malinau mulai menunjukkan dinamika menjelang Ramadan 1447 H. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, kondisi harga secara umum masih dinilai terkendali dan belum menunjukkan lonjakan inflasi secara luas.

Berdasarkan laporan harga harian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau di Pasar Induk pada Rabu (18/2/2026), delapan komoditas terpantau mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah besar yang naik menjadi Rp56.250 dari Rp52.500 per kilogram.

Minyak goreng kemasan premium juga meningkat dari Rp24.250 menjadi Rp25.000 per liter, sementara telur ayam ras naik dari Rp33.000 menjadi Rp34.750 per kilogram. Selain itu, bawang putih honan naik dari Rp38.250 menjadi Rp42.500 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada ketimun sedang yang kini Rp20.000 dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram, serta kacang panjang dari Rp15.000 menjadi Rp25.000. Kacang hijau tercatat Rp31.000 dari Rp28.000, dan kacang tanah menjadi Rp46.250 dari Rp40.750 per kilogram.

Pergerakan harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan merupakan dinamika pasar menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat.

“Kami terus memantau perkembangan harga harian. Secara umum bahan pokok utama masih stabil sehingga tekanan inflasi belum signifikan,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau, Yeni Erlena dalam rilis resmi.

Sementara itu, sejumlah pelaku pasar menilai, kenaikan beberapa komoditas lebih dipengaruhi faktor distribusi dan ketersediaan pasokan dibandingkan lonjakan permintaan besar.

“Kalau lonjakan permintaan sih nggak juga ya, karena pembelian masih normal seperti biasa, ya ada sedikit naik, tapi bukan yang naik sekali,” ungkap Rahman, pedagang di Pasar Induk Malinau.

Di tengah kenaikan tersebut, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga. Ada sembilan komoditas yang terpantau turun menurut catatan dinas ini.

Cabai merah keriting turun dari Rp75.000 menjadi Rp73.750 per kilogram, cabai rawit merah turun dari Rp77.500 menjadi Rp75.000, serta ikan kembung dan ikan tongkol masing-masing turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Harga sayur tertentu juga mengalami koreksi, seperti tomat yang turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per kilogram dan kentang sedang dari Rp23.000 menjadi Rp22.000.

Bawang bombai turun menjadi Rp30.250 dari Rp31.500, jeruk lokal kini Rp23.000 dari Rp25.000 per kilogram, dan minyak goreng minyakita turun menjadi Rp15.700 dari Rp16.000 per liter.

Ia menambahkan turunnya harga cabai dan beberapa jenis ikan membuat daya beli masyarakat masih terjaga. “Kalau cabai dan ikan sekarang malah ada yang turun, jadi pembeli masih merasa harga relatif stabil,” ujarnya.

Sementara itu, bahan pokok utama seperti beras berbagai merek, gula pasir, tepung terigu, daging sapi, ayam ras, tempe, dan tahu terpantau stabil tanpa perubahan harga, sehingga turut menahan tekanan harga secara keseluruhan di pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....