‎Intervensi Perikanan, Pemda Malinau Kucurkan Aggaran Dua Miliar

  • 04 Des 2025 14:42 WIB
  •  Malinau

‎KBRN, Malinau : Pemerintah Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan sarana alat tangkap dan pengolahan hasil perikanan dengan total anggaran senilai Rp2.019 miliar, sebagai bentuk intervensi penguatan sektor perikanan.

‎Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Malinau di Sungai Sesayap area Tubu Coffee Malinau, Kamis (04/12/2025) ini bersumber dari APBD Malinau tahun 2025.

‎Bantuan tersebut menyasar Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan dan Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKHLASAR) di berbagai wilayah kecamatan.

‎Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan tangkap dan nilai tambah hasil olahan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Afri menjelaskan bahwa sektor perikanan di Malinau masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan alat tangkap, modal usaha, perubahan kualitas air sungai, serta praktik penangkapan ikan ilegal.

‎“Karena itu, sebagian nelayan masih menjadikan usaha tangkap sebagai pekerjaan sampingan sementara Pokhlasar berproduksi dalam skala kecil. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.

‎Bantuan yang disalurkan di antaranya 25 unit perahu fiber panjang 6 meter, 84 unit mesin ketinting 6 PK, 130 unit pukat, 190 unit jala, 6 unit jaring ampas, 5 unit tugu, 40 unit bubu, dan 330 kotak steorofoam.

‎Termasuk di antaranya 3 unit case freezer, 2 unit freezer, serta peralatan pengolahan seperti mesin peniris, vacuum sealer, meja jemur, kompor, dan kemasan produk.

‎Bupati Malinau, Wempi W Mawa menilai intervensi ini sebagai langkah peningkatkan kesejahteraan nelayan dan mendorong usaha perikanan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

‎"Bantuan ini diberikan supaya usaha Bapak Ibu semakin baik. Bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nelayan, bukan untuk dipindahkan atau dijual," ujar Wempi dalam sambutannya.

‎Pemerintah daerah juga mendorong strategi lanjutan berupa penumbuhan KUB dan pemerataan distribusi bantuan pembinaan ke wilayah yang belum terjangkau.

‎Kemudian, pelatihan berbasis teknologi dan sanitasi pangan, juga penguatan hilirisasi dan pemasaran serta pemasyarakatan produk olahan daerah, dan penguatan data produksi.

‎“Dengan strategi ini, sektor perikanan di Malinau diharapkan tumbuh mandiri, modern, dan berdaya saing untuk mendukung ketahanan pangan serta percepatan penanganan stunting,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....