Alih Fungsi Lahan ke Sawit Ancam Produksi Pangan
- 02 Mei 2025 17:30 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Ketahanan pangan di Kabupaten Malinau menghadapi tantangan baru seiring maraknya peralihan fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Fenomena ini dikhawatirkan dapat mengganggu upaya peningkatan produksi pangan lokal yang tengah digencarkan melalui berbagai program daerah maupun nasional.
Petani asal Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Wellicharles, menyampaikan kekhawatirannya terhadap tren ini. Ia menilai, perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga keberlangsungan lahan pangan agar tidak tergeser oleh komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi.
“Perkembangan kelapa sawit saat ini sangat luar biasa. Banyak petani yang mulai beralih tanam sawit, dan itu terjadi juga di sekitar lahan saya. Jangan sampai lahan pertanian kita habis karena semuanya berubah jadi kebun sawit,” ungkapnya.
Menurutnya, jika tren alih fungsi terus berlanjut, bukan tidak mungkin upaya ketahanan pangan Malinau akan sulit terwujud karena minimnya lahan produktif untuk tanaman pangan seperti padi. Padahal, saat ini pemerintah terus mendorong program pemanfaatan lahan dan peningkatan produksi pangan daerah.
Alih fungsi lahan kini menjadi perhatian, mengingat Malinau tengah mengembangkan berbagai inisiatif program ketahanan pangan lokal. Keberhasilan program-program ini akan sangat bergantung pada ketersediaan dan perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....