Persiapan Porprov, IMI Malinau Maksimalkan Latihan Road Race

  • 02 Okt 2026 22:59 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • IMI Malinau mengintensifkan latihan road race setiap Jumat dan Sabtu di kawasan depan Kodim Malinau sebagai persiapan Porprov II Kaltara.
  • Atlet dibina secara menyeluruh, mulai dari teknik balap, fisik, mental, strategi, disiplin hingga keselamatan dan sportivitas.
  • Seluruh atlet merupakan putra daerah Malinau, dengan persiapan akhir berupa simulasi pertandingan dan karantina menjelang laga 14-15 November.

RRI.CO.ID, Malinau – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) mulai diintensifkan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Malinau. Latihan atlet balap motor atau road race kini digelar secara rutin untuk mengasah kesiapan menjelang ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Sekretaris IMI Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie mengatakan, latihan dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu di kawasan depan Kodim Malinau. Program tersebut akan terus berjalan secara intensif hingga sekitar satu minggu sebelum pembukaan Porprov II Kaltara.

“Latihan sudah mulai berjalan. Kami mempersiapkan atlet secara bertahap, tidak hanya dari sisi teknik balap, tetapi juga fisik, mental, keberanian, disiplin dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat di lintasan,” ungkap Rury.

Menurutnya, persiapan dilakukan sejak jauh hari karena Malinau tidak hanya menjadi salah satu peserta, tetapi juga dipercaya sebagai tuan rumah Porprov II Kaltara.

Untuk cabang road race, IMI Malinau mempersiapkan atlet pada kelas 150 CC, baik kategori perorangan maupun beregu. Atlet yang dibina terbagi dalam kelompok usia 12-18 tahun dan 19-23 tahun.

Kemampuan teknis menjadi salah satu fokus dalam latihan. Atlet diberikan pembinaan terkait pengendalian sepeda motor, teknik menikung, pengereman, akselerasi hingga menjaga racing line.

Tidak berhenti pada kemampuan mengendarai sepeda motor. IMI Malinau juga memberikan latihan fisik dan mental untuk meningkatkan stamina, konsentrasi, refleks serta manajemen emosi ketika menghadapi tekanan pertandingan.

Rury menjelaskan, atlet juga dilatih memahami strategi balapan dan mengambil keputusan secara cepat sesuai kondisi yang dihadapi di lintasan.

“Keberanian dalam balapan tentu penting, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan membaca situasi. Atlet harus tahu kapan melakukan overtaking, kapan mempertahankan posisi, bagaimana menjaga ritme dan bagaimana mengambil keputusan tanpa mengabaikan keselamatan,” jelasnya.

Aspek keselamatan dan sportivitas menjadi bagian yang ditekankan selama proses pembinaan. Menurut Rury, keberanian dalam balapan harus tetap berada dalam batas yang terukur sehingga tidak mengabaikan kondisi lintasan maupun keselamatan atlet.

Selain aspek teknis, IMI Malinau juga menyiapkan atlet menghadapi tekanan kompetisi. Persaingan antarpembalap dan perubahan situasi yang berlangsung cepat di lintasan dinilai membutuhkan konsentrasi serta mental bertanding yang baik.

Rury menyebut seluruh atlet yang saat ini menjalani pembinaan merupakan putra daerah Kabupaten Malinau dan berdomisili di Malinau.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Atlet yang kami bina saat ini semuanya putra daerah dan tinggal di Malinau. Antusiasmenya juga cukup besar. Ini menunjukkan bahwa potensi olahraga balap motor di Malinau sangat terbuka untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Menjelang pertandingan yang diperkirakan berlangsung pada 14-15 November, IMI Malinau juga menyiapkan tahap pemantapan melalui karantina atlet.

Karantina nantinya diarahkan untuk menjaga kondisi fisik dan fokus atlet, termasuk kedisiplinan, pola istirahat, kesiapan mental serta koordinasi antara pembalap dan tim.

Pada masa persiapan akhir, latihan akan diarahkan pada simulasi pertandingan, pematangan strategi dan evaluasi kemampuan masing-masing atlet. Atlet juga akan diperkenalkan lebih jauh dengan karakter lintasan serta prosedur keselamatan yang harus diterapkan saat pertandingan.

Rury berharap persiapan yang dilakukan dapat membuat atlet Malinau tampil maksimal saat Porprov II Kaltara. Status sebagai tuan rumah diharapkan tidak hanya membuat Malinau mampu menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga menghadirkan atlet yang mampu bersaing secara sportif.

“Harapan kami, anak-anak Malinau tidak hanya menjadi peserta karena sebagai tuan rumah, tetapi benar-benar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang paling penting adalah proses pembinaan berjalan dengan baik, atlet bertanding secara sportif, aman dan membawa nama Kabupaten Malinau dengan baik,” pungkas Rury.

Melalui latihan rutin tersebut, IMI Malinau juga menargetkan pembinaan tidak berhenti pada Porprov II Kaltara. Program ini diharapkan menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan pembalap muda yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Malinau di tingkat provinsi maupun kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, ajang Poprov II Kaltara dijadwalkan mulai 10 hingga 20 November 2026, di mana Malinau ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal pelaksanaan, dengan 44 cabang pertandingan dan 2 eksibisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....