Pantau Pasar Induk, Wabup Malinau Temukan Harga Naik

  • 19 Des 2025 13:05 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau: Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital. Usai mengecek ketersediaan BBM di SPBU Beringin, rombongan langsung memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Malinau Kota, Jumat (19/12/2025).

Wabup Jakaria menyatakan bahwa secara umum harga sembako di Pasar Induk masih stabil. Komoditas seperti beras, gula, dan ikan terpantau masih berada pada kisaran harga standar.

“Harga ikan masih berkisar Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram, tergantung jenisnya. Untuk gula juga masih standar di angka Rp20.000,” jelas Jakaria.

Meski demikian, tim menemukan kenaikan signifikan pada beberapa komoditas, terutama bawang merah dan minyak goreng. Minyak goreng merek Minyak Kita kini menembus harga Rp22.000 per liter, melonjak dari harga normal yang sebelumnya berkisar Rp16.000 hingga Rp17.000.

“Kenaikan ini dipicu terhentinya distribusi Minyak Kita dalam beberapa waktu terakhir. Namun, untuk minyak goreng merek lain stoknya masih tersedia dan harga relatif stabil,” tambahnya.

Jakaria memastikan ketersediaan stok sembako dan BBM di Malinau secara keseluruhan masih aman hingga perayaan Tahun Baru 2026. Ia memprediksi tidak akan terjadi kelangkaan stok hingga awal Januari mendatang.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Malinau telah menerjunkan tim khusus dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Bagian Perekonomian untuk melakukan pemantauan harian secara ketat.

“Saya meminta laporan diperbarui setiap hari. Kita harus memastikan kondisi harga dan stok tetap terkendali bagi masyarakat sampai 1 Januari nanti,” tegasnya.

Terkait kenaikan bawang merah dan minyak goreng, Jakaria mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan kontrol harga karena tidak adanya agen resmi. Hal ini menyebabkan pedagang mengambil stok dari perorangan dengan harga beli yang sudah tinggi. Pemkab Malinau berkomitmen akan terus melakukan pengawasan intensif demi menjaga daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....