Populasi Satwa TNKM Meningkat, Potensi Adanya Spesies Baru

  • 16 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Malinau

RRi.CO.ID, Malinau — Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Seno Pramudito, S.Hut., M.E., menyampaikan perkembangan penting terkait keanekaragaman hayati dan kondisi satwa yang ada di wilayah Kabupaten Malinau.

Seno Pramudito mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malinau untuk mengetahui dan mengenal kekayaan satwa yang hidup di kawasan taman nasional tersebut. Hal itu disampaikannya dalam acara lounching Kucing Merah Kalimantan sebagai Maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2026.

Kepala Balai TNKM juga menyerahkan dokumentasi satwa di lindungi yang ada dalam kawasan TNKM berdasarkan Permen LHK No. 106 Tahun 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Malinau. Tujuan penyerahan dokumentasi yang sudah dicetak dan diberi figura tersebut, sebagai bahan referensi dan informasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau.

Tenru dalam upaya edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kelestarian satwa yang ada di dalam hutan TNKM. “Terutama di Kabupaten Malinau sebagai informasi Kabupaten dengan kawasan konservasi terluas di Kalimantan Utara dengan kekayaan hayatinya. Kita sampaikan dalam bentuk dokumentasi yang diberikan adalah hasil kinerja pegawai di Balai TN Kayan Mentarang dalam upaya identifikasi dan inventarisir satwa di dalam kawasan TN Kayan Mentarang,” kata Seno Pramudita.

Kawasan TNKM kaya akan berbagai satwa khas Kalimantan, antara lain banteng, macan dahan, burung rangkong, kera, serta monyet endemik yang secara khusus hanya ditemukan di wilayah kawasan ini. Berdasarkan hasil patroli rutin dan pemantauan menggunakan kamera trap, populasi satwa di kawasan ini terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

"Dari hasil patroli tim di lapangan, saya yakin populasi satwa terus meningkat. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jenis yang terekam kamera trap masih terbatas, kini semakin banyak jenis satwa yang berhasil tertangkap kameranya. Ini menunjukkan bahwa kondisi habitat masih sangat mendukung kehidupan satwa, sehingga populasinya tetap terjaga dan insya Allah terus bertambah jumlahnya," beber Seno.

Pemantauan dan penelitian terbaru juga menunjukkan adanya temuan menarik berupa potensi spesies baru, baik dari sisi tumbuhan maupun satwa. Temuan ini dihasilkan dari kerja sama TNKM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Survei mendalam dilakukan pada tahun 2025 dan berlanjut hingga tahun 2026, termasuk analisis DNA untuk memastikan apakah spesies tersebut benar-benar baru bagi ilmu pengetahuan.

"Kita masih menunggu konfirmasi resmi dari BRIN. Apakah itu spesies yang benar-benar baru, atau spesies yang sudah ada namun sebelumnya belum teridentifikasi dengan baik. Kita belum berani mempublikasikan secara luas sebelum hasil risetnya dinyatakan sahih dan valid oleh pihak berwenang," jelas Seno.

Data lengkap mengenai jumlah dan jenis satwa yang terdata di TNKM masih dalam proses perhitungan dan validasi. TNKM bekerja sama dengan BRIN terus menyempurnakan data tersebut agar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keterbukaan informasi mengenai kekayaan satwa di kawasan taman nasional diharapkan dapat diketahui oleh seluruh masyarakat, sebagai bentuk transparansi dan pengelolaan kawasan yang bertanggung jawab demi pelestarian alam. (Dayat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....