Waspada Flu Singapura, Dinkes Ajak Tingkatkan Surveilans dan Deteksi Dini
- 08 Sep 2026 09:48 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau— Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau mengeluarkan surat kewaspadaan dini menyusul potensi peningkatan kasus Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura, pada 31 Agustus 2026. Surat bernomor 800/1059/DKPPKB ditandatangani Kepala Dinkes Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., dan ditujukan ke seluruh wilayah Kabupaten Malinau.
Dalam surat tersebut, Dinkes menginstruksikan seluruh Puskesmas, RSUD, RSP, Dinas Pendidikan, serta Camat se-Kabupaten Malinau untuk meningkatkan surveilans dan deteksi dini HFMD. Penyakit infeksi ini dikenal sangat menular cepat melalui kontak langsung, percikan ludah (droplet), maupun benda yang telah terkontaminasi. Sasaran utamanya adalah bayi dan anak-anak di bawah usia 10 tahun, dengan penularan yang rawan terjadi di lingkungan keluarga, tempat penitipan anak, hingga satuan pendidikan.
Dinkes pun mengajak semua pihak lembaga dan pihak terlibat untuk menetapkan lima langkah kunci pencegahan yang harus dijalankan. Pertama, Puskesmas agar mengaktifkan surveilans secara ketat, temukan kasus pada bayi, balita, dan anak sekolah, lakukan edukasi tanda dan gejala, serta segera rujuk pasien jika diperlukan.
Kedua, RSUD dan RSP supaya lebih meningkatkan kewaspadaan seluruh petugas kesehatan, catat dan laporkan setiap kasus yang ditemukan, serta terapkan standar pelayanan dan kebersihan secara ketat.
"Ketiga, Dinas Pendidikan — Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), biasakan cuci tangan pakai sabun, jaga kebersihan kelas dan alat permainan, serta larang anak yang sedang sakit untuk tetap masuk sekolah," ungkapnya.
Yang keempat, sambung Yuli Triana, para camat agar dapat melakukan koordinasi lintas sektor, teruskan himbauan hingga ke tingkat desa, dan ingatkan orang tua agar tidak membawa balita bergejala sakit ke Posyandu.
Terakhir, sagar siapa dapat melaporkan jika ditemukan kasus berkelompok atau berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB). "Segera laporkan ke Dinkes Malinau untuk verifikasi dan tindak lanjut cepat," ungkapnya.
Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan gejala yang harus diwaspadai oleh aemua pjhak, terutama kepada masyarakat. Antara lain demam, sariawan atau luka di mulut, ruam di telapak tangan dan kaki, tubuh terasa lemas, serta anak menjadi rewel dan susah makan maupun minum.
Dinkes menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan HFMD sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Deteksi dini serta isolasi mandiri pada anak yang sakit dinilai langkah paling krusial untuk memutus rantai penularan sebelum meluas.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....