Mobil Klinik TBC, Strategi Percepat Penemuan Kasus
- 29 Agt 2026 17:09 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) terus berupaya mempercepat penemuan serta penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) di tengah tantangan wilayah yang luas dan beragam aksesibilitasnya.
Salah satu langkah strategis utama yang sedang disiapkan adalah pengadaan dan pengoperasian mobil klinik TBC. Sebuah pelayanan berjalan khusus dirancang untuk menjangkau warga yang selama ini belum terlayani secara maksimal oleh fasilitas kesehatan tetap.
Kepala DKPPKB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., menjelaskan latar belakang serta urgensi pengadaan sarana tersebut. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah kurang optimalnya pelacakan atau tracking terhadap orang-orang yang berpotensi terjangkit TBC, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
"Kami melihat bahwa mobil klinik TBC ini sangat dibutuhkan karena permasalahan yang kami temukan di lapangan adalah kurangnya pelacakan terhadap orang-orang yang memang berpotensi terjangkit TBC. Oleh karena itu, mobil klinik ini nantinya akan berjalan membantu rekan-rekan kami di puskesmas untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut," ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Manokota yang memiliki cakupan wilayah sangat luas, namun hanya dilayani oleh satu Puskesmas dengan jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) terbatas. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menjangkau seluruh warga secara menyeluruh.
"Tentu saja itu belum cukup. Maka kehadiran mobil klinik ini menjadi sangat penting. Nantinya, mobil klinik ini akan menjadi wadah kolaborasi antara Dinas Kesehatan, RSUD, dan puskesmas untuk bersama-sama mempercepat penemuan kasus di tempat-tempat yang dicurigai," jelasnya.
Saat ini, alur pelaporan dan penemuan kasus TBC masih berjalan melalui fasilitas kesehatan resmi. Pihaknya belum menerima laporan langsung dari keluarga yang memiliki anggota terindikasi menderita TBC. "Sejauh ini, belum ada laporan yang langsung disampaikan oleh pihak keluarga kepada kami. Data yang kami terima berasal dari notifikasi hasil pemeriksaan yang dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit, yang kemudian masuk ke dalam sistem informasi TBC (SITB)," ungkapnya.
Kehadiran mobil klinik TBC diharapkan dapat mengubah pola pelayanan dari menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, menjadi pelayanan langsung ke masyarakat atau jemput bola.
Dengan demikian, kasus TBC dapat terdeteksi lebih dini, penularan dapat ditekan secara signifikan, dan upaya eliminasi TBC di Kabupaten Malinau dapat berjalan lebih cepat, lebih merata, dan menyeluruh hingga ke pelosok desa. (Dayat)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....