Desa Malinau Kota Jadi Contoh Penerapan Rumah Sehat
- 12 Agt 2026 15:23 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Salah satu rumah warga milik Ridwan dan Ibu Antung di RT 18, Desa Malinau Kota, menjadi percontohan penerapan rumah sehat di Kabupaten Malinau.
Bupati Kabupaten Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengatakan, penerapan pola hidup sehat tidak harus dikaitkan dengan besar atau kecilnya ukuran rumah. Rumah berukuran sekitar 9 x 13 meter tersebut dihuni oleh satu keluarga dengan dua anak. Namun mampu ditata secara baik sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan sehat.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Malinau saat bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, jajaran perangkat daerah, camat, tenaga kesehatan, serta Ketua RT, melakukan kunjungan ke salah satu rumah sehat milik warga di RT 18, Desa Malinau Kota, Selasa (11/8/2026).
"Kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring pelaksanaan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus untuk melihat secara langsung penerapan pola hidup bersih, sehat, rapi, dan nyaman di lingkungan keluarga," katanya.
Bupati menilai rumah tersebut menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya di lingkungan RT 18. Dinilai mampu menerapkan berbagai aspek kehidupan sehat, mulai dari kebersihan dan sanitasi, pemanfaatan pekarangan, hingga penataan ruang rumah tangga.
"Rumah ini menjadi percontohan bagaimana rumah "Rumah ini menjadi percontohan bagaimana rumah itu nyaman dan sehat. Bukan hanya bagi keluarga yang ada di dalam rumah ini, tetapi juga memberikan dampak kepada lingkungan sekitar," ujar Wempi.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah yang dioptimalkan untuk menanam berbagai tanaman dapat mendukung kebutuhan rumah tangga, khususnya kebutuhan dapur. Selain itu, penataan ruang seperti kamar tidur, toilet, tempat memasak, hingga tempat ibadah juga menjadi bagian diperhatikan oleh keluarga tersebut.
"Jadi, bukan persoalan besar atau kecil rumahnya, tetapi bagaimana membentuk kehidupan yang ada di dalam rumah itu. Bagaimana menjaga keharmonisan keluarga, kedamaian, kerapian, kebersihan dan kesehatan," ungkapnya.
Bupati Wempi menegaskan, pemerintah tidak ingin memberikan standar tunggal mengenai seperti apa rumah yang sehat dan rapi. "Sebab, setiap keluarga memiliki standar kenyamanan masing-masing yang dibangun berdasarkan kebiasaan dan kebutuhan mereka," tuturnya. (*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....