Distribusi Imunisasi ke Long Titi Terkendala Jarak

  • 11 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Kecamatan Sungai Tubu di Kabupaten Malinau menghadapi tantangan geografis dalam pelengkapan imunisasi anak, khususnya untuk menjangkau desa-desa terpencil.
  • Desa Long Titi adalah wilayah terjauh yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 12 jam melalui jalur sungai untuk mengakses layanan imunisasi.
  • Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai, menegaskan bahwa persoalan akses geografis menjadi salah satu kendala utama dalam memastikan pelayanan imunisasi dapat diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak-anak di wilayahnya.

‎RRI.CO.ID, Malinau - Upaya melengkapi imunisasi anak di Kecamatan Sungai Tubu, masih menghadapi tantangan geografis, terutama untuk menjangkau wilayah terjauh, Desa Long Titi yang membutuhkan waktu perjalanan hingga sekitar 12 jam melalui jalur sungai.

‎Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakai mengatakan, persoalan akses tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan pelayanan imunisasi dapat diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak-anak di wilayahnya.

‎Sungai Tubu berada dalam wilayah pelayanan Puskesmas Pulau Sapi. Sejumlah desa dapat dijangkau dengan membawa layanan imunisasi secara langsung, namun kondisi berbeda di Long Titi yang memiliki akses jauh lebih sulit.

‎"Yang menjadi tantangan kami hari ini adalah membawa imunisasi ke Long Titi. Perjalanan pergi pulang kurang lebih 12 jam tanpa istirahat," kata Jimmy dalam agenda pemaparan data stunting per kecamatan di Kantor Bupati Malinau beberapa waktu lalu.

‎Menurutnya, kondisi geografis tersebut membuat pengiriman imunisasi menggunakan perahu membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Persoalannya, vaksin membutuhkan penanganan dan penyimpanan dengan kondisi tertentu agar tetap dapat digunakan ketika tiba di lokasi.

‎Karena itu, Pemerintah Kecamatan Sungai Tubu mengusulkan adanya fasilitas penyimpanan vaksin yang memungkinkan imunisasi tetap terjaga selama perjalanan menuju wilayah yang sulit dijangkau.

‎Jimmy berharap fasilitas tersebut dapat memberikan waktu penyimpanan yang lebih panjang sehingga distribusi vaksin ke Long Titi tidak terkendala lamanya perjalanan.

‎"Kami memohon fasilitas penyimpanan imunisasi sehingga punya waktu yang bisa dibawa dalam jangka waktu kurang lebih tujuh hari. Dengan begitu, pada saat sampai di Long Titi, imunisasi itu tetap bisa digunakan," ujarnya.

‎Kendala akses imunisasi tersebut menjadi semakin penting dalam upaya penanganan stunting di Sungai Tubu. Berdasarkan hasil verifikasi tenaga kesehatan dan kader posyandu pada Mei 2026, ditemukan 27 anak stunting dari sekitar 180 anak yang mengikuti posyandu di lima desa.

‎Jimmy menyebut, belum lengkapnya imunisasi merupakan salah satu faktor yang ditemukan dalam proses verifikasi. Artinya, persoalan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil tidak hanya berkaitan dengan pelayanan imunisasi, tetapi turut menjadi bagian dari tantangan intervensi stunting.

‎Pemerintah kecamatan bersama Puskesmas Pulau Sapi telah berkoordinasi untuk mempercepat pelayanan imunisasi di sejumlah desa yang relatif lebih mudah dijangkau, seperti Long Ranau, Long Pada, Rian Tubu dan wilayah lainnya.

‎Namun, Long Titi masih menjadi perhatian khusus karena faktor jarak dan waktu tempuh. Pihaknya berharap dukungan sarana penyimpanan vaksin dapat menjadi solusi agar layanan imunisasi tetap dapat diberikan secara berkala dan menjangkau semua anak di wilayah tersebut.

‎Jimmy menilai, penguatan akses layanan dasar seperti imunisasi menjadi bagian penting dari upaya menekan prevalensi stunting sekaligus memastikan anak-anak di wilayah pedalaman memperoleh hak pelayanan kesehatan secara setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....