111 Anak Terindikasi Stunting di Malinau Utara

  • 10 Agt 2026 20:49 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Pemetaan by name by address di Kecamatan Malinau Utara menemukan 111 anak dengan status stunting pada semester pertama tahun 2026.1
  • Pengukuran dilakukan secara langsung ke rumah keluarga menggunakan antropometri untuk memastikan kondisi anak secara rinci dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stunting.
  • Pemetaan mencakup anak-anak yang tidak datang ke Posyandu untuk memastikan semua kasus stunting teridentifikasi dan ditangani dengan tepat.

RRI.CO.ID, Malinau - Pemetaan by name by address yang dilakukan di Kecamatan Malinau Utara mengindikasikan 111 anak berstatus stunting pada semester pertama tahun 2026. Indikasi diperoleh melalui pengukuran antropometri untuk memastikan kondisi anak secara rinci.

‎Sekretaris Camat Malinau Utara, Jessica, mengatakan pemetaan dilakukan secara langsung dengan mendatangi anak dan keluarga, termasuk mereka yang tidak datang ke Posyandu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi anak sekaligus mengetahui faktor yang berkaitan dengan kasus stunting di lapangan.

‎“Ketika orang tuanya tidak ke Posyandu, kami langsung jemput bola. Beberapa waktu yang lalu kami langsung ke rumah-rumah dan dihadiri juga dari Dinas Kesehatan melihat kondisi anak yang terjadinya stunting,” ujar Jessica beberapa waktu lalu di Ruang Intulun Kantor Bupati Malinau.

‎Jessica menyebut, kasus stunting tersebar di sejumlah desa. Di antaranya Desa Seruyung enam anak, Salap tujuh anak, Putat tujuh anak, Belayan 18 anak, Kelapis delapan anak, Semenggaris tiga anak, Lubak Manis 13 anak, Kaliamok lima anak, Malinau Seberang sembilan anak, Respen Tubu sembilan anak, Luso enam anak, serta Sembuak Warod empat anak.

‎Menurut Jessica, pemetaan di lapangan juga menemukan persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Salah satunya pola pengasuhan dan konsumsi alkohol oleh sebagian orang tua, yang dinilai dapat menjadi faktor risiko apabila berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak.

‎“Alkohol dan penelantaran anak merupakan faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting, terutama jika menyebabkan kebutuhan gizi, kesehatan dan pengasuhan anak tidak terpenuhi. Semua orang tua yang mengonsumsi alkohol di sini memiliki anak stunting,” jelasnya.

‎Ia berharap pemetaan by name by address dapat menjadi dasar untuk memastikan setiap anak yang teridentifikasi stunting mendapatkan penanganan dan pemantauan sesuai kondisinya, sekaligus mendorong keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pengasuhan anak secara optimal. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....