Waspadai Flu Singapura pada Anak

  • 09 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - UPTD Puskesmas Tanjung Lapang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD).

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini paling sering menyerang bayi dan anak-anak, sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk mencegah penularannya.

Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Lapang, dr. Andrew, menegaskan bahwa Flu Singapura umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap penyakit ini sepele karena penularannya cukup mudah, terutama di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat bermain anak. "Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik agar penyebaran Flu Singapura dapat dikendalikan," tegasnya.

Berdasarkan panduan edukasi UPTD Puskesmas Tanjung Lapang, Flu Singapura ditandai dengan gejala seperti demam, sariawan atau luka di dalam mulut, serta muncul ruam atau lepuhan pada telapak tangan dan telapak kaki.

Penyakit ini dapat menular melalui cairan hidung, air liur, tinja, maupun cairan dari lepuhan penderita.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, membersihkan serta mendisinfeksi mainan dan benda yang sering disentuh, tidak berbagi alat makan, minum, handuk maupun sikat gigi, serta mengistirahatkan anak di rumah apabila sedang sakit agar tidak menularkan kepada anak lain.

Orang tua juga dianjurkan memberikan makanan bergizi seimbang dan memastikan anak cukup minum untuk menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, sulit makan atau minum, tampak lemas, atau gejalanya semakin berat.

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk Flu Singapura. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penyebaran Flu Singapura diharapkan dapat dicegah sehingga kesehatan anak tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....