Intervensi Stunting, Belasan Kelompok Wanita Tani Malinau Dapat Bantuan Bibit
- 05 Jun 2026 16:35 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dinas Ketahanan Pangan Malinau menyalurkan bantuan bibit sayuran kepada 19 Kelompok Wanita Tani sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga dan intervensi stunting.
- Bantuan mencakup bibit cabai, tomat, terong, limau, kacang panjang, polybag, dan pupuk organik untuk pemanfaatan lahan pekarangan.
- Program yang berjalan sejak 2020 kini juga menjangkau wilayah perbatasan dan pedalaman Kabupaten Malinau.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan bibit pertanian kepada 19 Kelompok Wanita Tani (KWT) di sejumlah desa dan kecamatan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus intervensi pencegahan stunting.
Penyaluran terbaru dilakukan kepada KWT Tinam Do' Niat di Desa Kaliamok. KWN umumnya menerima bibit cabai, tomat, terong, limau, dan kacang panjang beserta polybag dan pupuk organik untuk mendukung pemanfaatan lahan pekarangan.
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Welfred Sulaiman, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.
"Harapan kita dari Dinas Ketahanan Pangan terkait dengan tupoksi kita bahwa bantuan benih sayur dan pendukung lainnya ini bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk kebutuhan rumah tangga dan menambah penghasilan," kata Welfred pada RRI, Jumat (5/6/2026).
Program tersebut menyasar kelompok wanita tani karena memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Hasil panen nantinya dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga.
Welfred menjelaskan, bantuan telah disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau. Selain Desa Kaliamok, bantuan juga telah diberikan kepada kelompok wanita tani di Kecamatan Pujungan, Kayan Selatan, Malinau Barat, Malinau Kota, dan Malinau Seberang.
Beberapa desa yang juga menjadi sasaran antara lain KWT di Setulang dan Gong Solok di Kecamatan Malinau Hilir, Nunuk Tanah Kibang di Kecamatan Malinau Selatan, serta Tanjung Nanga di Kecamatan Malinau Selatan Hulu.
Program bantuan bibit tersebut telah berjalan sejak 2020 dan terus dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran daerah. Tahun ini, jangkauan program diperluas hingga wilayah perbatasan dan pedalaman yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal.
"Kita belum bisa tembus ke daerah perbatasan dan pedalaman sebelumnya. Tahun ini alhamdulillah kita bisa tembus ke daerah perbatasan dan pedalaman Apau Kayan,” ujarnya.
Welfred menambahkan, meskipun status stunting di Kabupaten Malinau terus membaik, seluruh desa masih menjadi lokus perhatian pemerintah. Karena itu, dukungan berbagai pihak tetap diperlukan untuk memperkuat upaya peningkatan gizi dan ketahanan pangan masyarakat.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....