64 Persen Warga Malinau Pilih Puskesmas untuk Berobat

  • 16 Feb 2026 12:22 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Sebagian besar penduduk Kabupaten Malinau memilih puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) sebagai tempat berobat jalan.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2025, tercatat 64,17 persen masyarakat Kabupaten Malinau berobat ke puskesmas dan pustu selama 2024.

Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau 2025 menyebutkan bahwa pemanfaatan fasilitas kesehatan menjadi salah satu indikator melihat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan pola hidup sehat.

“Tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dapat menggambarkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sekaligus mencerminkan adanya keluhan kesehatan yang dirasakan,” ujar Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Christyawan dalam rilis resmi, belum lama ini.

BPS merincih, sebesar 44,23 persen penduduk yang memiliki keluhan kesehatan hingga mengganggu pekerjaan, sekolah, atau aktivitas sehari-hari memilih melakukan pengobatan jalan selama periode survei. Sementara, sebanyak 55,77 persen penduduk tidak melakukan pengobatan jalan pada periode yang sama.

Dari kelompok penduduk yang melakukan pengobatan jalan, mayoritas memilih puskesmas atau pustu dengan persentase sebesar 64,17 persen. Pilihan tersebut berkaitan dengan lokasi fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Selain Puskesmas, rumah sakit pemerintah juga menjadi pilihan dengan persentase sebesar 16,62 persen. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Malinau tidak berada di ibukota kabupaten, melainkan di Kecamatan Malinau Utara. Namun masih dapat diakses oleh masyarakat di wilayah ibukota kecamatan dan sekitarnya.

Untuk praktik dokter atau bidan dipilih oleh 15,73 persen penduduk yang melakukan pengobatan jalan. Adapun fasilitas kesehatan lainnya seperti poskesdes, polindes, posyandu, dan balai pengobatan tercatat sebesar 3,48 persen.

Pemanfaatan layanan kesehatan disebutkan berkaitan juga dengan kemudahan akses, kondisi sosial ekonomi penduduk, serta ketersediaan fasilitas pelayanan maupun tenaga kesehatan. Sekaligus menunjukan tingkat kesadaran masyarakat untuk berobat di fasilitas medis modern. (Ading/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....