Waspadai Bahaya Durian: Nikmati dengan Moderasi, Hindari Risiko Kesehatan
- 28 Jan 2026 15:19 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Memasuki puncak musim durian pada Januari 2026, antusiasme masyarakat Indonesia, khususnya di Malinau, Kalimantan Utara, untuk menikmati buah durian semakin meningkat. Buah dengan aroma menyengat ini memang dikenal karena rasanya yang lezat dan menggugah selera. Namun, para ahli kesehatan kembali mengingatkan agar masyarakat mengonsumsinya dengan bijak dan dalam jumlah yang wajar, mengingat durian juga menyimpan sejumlah potensi risiko kesehatan.
Durian memang kaya akan berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Menurut laporan kesehatan terbaru, durian mengandung banyak nutrisi penting, di antaranya:
Antioksidan Tinggi: Durian mengandung vitamin C, polifenol, dan flavonoid yang berfungsi untuk menghalau radikal bebas, mencegah penuaan dini, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Kesehatan Jantung dan Darah: Durian juga kaya akan kalium yang bermanfaat untuk menjaga tekanan darah dan serat yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.
Peningkat Suasana Hati: Kandungan asam amino triptofan dalam durian dapat memicu produksi serotonin, yang memberikan efek bahagia, rileks, dan meningkatkan mood secara keseluruhan.
Sistem Pencernaan: Durian bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan.
Namun, dibalik segudang manfaatnya, durian juga memiliki sisi negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa durian memiliki kepadatan kalori dan gula yang tinggi, yang dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, antara lain:
Lonjakan Gula Darah: Kandungan gula sederhana (glukosa dan fruktosa) yang tinggi pada durian sangat berbahaya bagi penderita diabetes, karena dapat memperburuk kontrol gula darah.
Masalah Pencernaan: Fermentasi durian dalam perut seringkali menyebabkan perut kembung, begah, hingga peningkatan asam lambung, yang bisa membuat penderitanya merasa mual atau bahkan mengalami "mabuk" durian.
Peningkatan Berat Badan: Dengan kandungan kalori yang mencapai 84-185 kkal per 100 gram, durian bisa menambah berat badan secara cepat jika dikonsumsi secara berlebihan.
Interaksi Berbahaya dengan Alkohol: Masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol. Durian mengandung senyawa yang menghambat metabolisme alkohol, yang bisa menyebabkan mual hebat hingga gangguan jantung.
Untuk menikmati durian secara aman, para ahli menyarankan agar konsumsi dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat medis tertentu. Batas aman konsumsi durian bagi orang dengan kondisi kesehatan khusus adalah 1-2 butir per hari, sedangkan untuk orang yang sehat, konsumsi durian tidak disarankan lebih dari 5 butir.
Selain itu, sangat penting untuk mengimbangi konsumsi durian dengan banyak minum air putih dan menghindari mencampurnya dengan minuman bersoda atau kopi, yang bisa memperburuk efek fermentasi dalam perut. Bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau masalah kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui platform kesehatan seperti Alodokter untuk menentukan batas aman mengonsumsi durian.
Dengan menjaga konsumsi durian dalam jumlah yang wajar, masyarakat dapat menikmati kelezatan buah tropis ini tanpa mengorbankan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....