Prioritaskan Pangan dan Gizi, Malinau Susun RAD-PD 2025-2029

  • 28 Agt 2025 12:24 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau: Plh. Sekda Malinau, Jon Ifung, S.Sos., M.M., mengapresiasi atas kehadiran para peserta, termasuk Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Malinau Tahun 2025-2029 di Kabupaten Malinau.

"Atas nama Pemkab Malinau, saya menyampaikan terimakasih atas kehadiran Kepala Pusat Riset (Kemendagri) dalam kegiatan FGD rencana aksi daerah pangan dan Gizi ini, " kata Jon Ifung, Plh. Sekkab Malinau yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Malinau ini.

Jon Ifung membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) yang membahas Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Malinau Tahun 2025-2029. Kegiatan ini berlangsung di ruang Intulun pada Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, isu pangan dan gizi merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia. Ketahanan pangan memberi dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sementara penurunan angka stunting menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. "Baik secara lintas sektor yang di daerah maupun lintas program," ungkapnya.

Lebih lanjut Jon Ifung menjelaskan bahwa penyusunan RAD-PG Kabupaten Malinau 2025-2029 memiliki beberapa tujuan utama.

Pertama, mengintegrasikan serta mengonvergensikan perencanaan pembangunan pangan dan gizi daerah melalui koordinasi program dan kegiatan multisektor.

"Kedua, meningkatkan pemahaman, peran, dan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga," ujarnya.

Karena itu, atas Pemkab Malinau, dirinya menekankan pentingnya dokumen RAD-PG ini yang nantinya akan menjadi panduan bagi seluruh stakeholder di Malinau. Khususnya dalam menyusun program pangan dan gizi yang selaras dengan kebijakan nasional maupun daerah.

Terutama dalam mendukung aksi konvergensi penurunan stunting. "Melalui forum ini saya berharap lahir diskusi yang aktif dan bermanfaat. Sehingga menghasilkan dokumen RAD-PG yang komprehensif, kontekstual, serta sesuai kebutuhan daerah," tukasnya.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....